IMG-20261021-WA0083

Gubernur Papua Tengah Tanggapi Keluhan Abrasi Kali Wanggar, John NR Gobai Apresiasi Komitmen Pembangunan Tanggul

NABIRE, PAPUA TENGAH | GALA MANDIRI – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), John NR Gobai, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, atas respons dan perhatian pemerintah daerah terhadap aspirasi masyarakat Wanggar terkait ancaman abrasi di muara Kali Wanggar.

Respons tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai, khususnya warga yang khawatir terhadap dampak abrasi yang berpotensi semakin meluas dan mengancam permukiman. Masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk mengantisipasi kerusakan lingkungan serta melindungi keselamatan warga yang tinggal di kawasan rawan tersebut.
Menurut John Gobai, Gubernur Papua Tengah telah memprogramkan pembangunan tanggul sebagai salah satu upaya untuk menahan abrasi di Kali Wanggar. Program ini diharapkan menjadi langkah penting dalam menjawab kekhawatiran masyarakat sekaligus memberikan perlindungan terhadap kawasan permukiman yang terancam oleh pengikisan tepian sungai.

Tiga Kali Turun ke Lapangan, Serap Aspirasi Masyarakat
John NR Gobai menjelaskan bahwa perhatian terhadap persoalan abrasi Kali Wanggar berawal dari kunjungan langsung yang dilakukannya ke lokasi. Ia mengaku telah tiga kali meninjau muara Kali Wanggar untuk melihat kondisi di lapangan, mendengar keluhan masyarakat, serta memahami secara langsung kekhawatiran warga terhadap ancaman abrasi.
Dalam setiap kunjungan tersebut, ia menerima aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya perhatian serius dari pemerintah. Warga khawatir abrasi yang semakin besar dapat menggerus kawasan di sekitar sungai, merusak permukiman, bahkan berpotensi menimbulkan korban apabila tidak segera ditangani dengan langkah yang tepat.
“Sudah tiga kali saya meninjau muara Kali Wanggar, melihat langsung, mendengar keluhan dan aspirasi masyarakat yang khawatir adanya abrasi yang lebih besar sehingga akan menggerus permukiman warga dan membahayakan adanya korban,” ujar John Gobai.
Ia menegaskan, kunjungan lapangan tersebut bukan sekadar untuk melihat kondisi fisik sungai, melainkan juga menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat agar persoalan yang mereka hadapi dapat disampaikan kepada pemerintah dan memperoleh perhatian sebagaimana mestinya.

Aspirasi Dibawa ke DPRPT dan Dikoordinasikan dengan Gubernur
Setelah menerima dan melihat langsung kondisi di muara Kali Wanggar, John Gobai membawa persoalan tersebut ke lembaga DPRPT untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi dan komunikasi dengan jajaran eksekutif Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Menurutnya, persoalan abrasi yang mengancam permukiman warga membutuhkan perhatian bersama, terutama melalui sinergi antara lembaga legislatif dan pemerintah daerah. Aspirasi masyarakat perlu disampaikan agar dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Dari situ saya bawa ke DPRPT dan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pimpinan eksekutif Pemerintah Daerah Provinsi Papua Tengah, dalam hal ini Gubernur Meki Nawipa,” ungkapnya.
John Gobai pun menyampaikan rasa syukur atas respons pemerintah daerah terhadap aspirasi tersebut. Ia menilai, rencana pembangunan tanggul merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi kekhawatiran akibat ancaman abrasi Kali Wanggar.
“Bersyukur dan saya mengapresiasi Gubernur yang memprogramkan pembangunan untuk menahan abrasi,” katanya.
Ia berharap, perhatian pemerintah tersebut dapat berlanjut hingga tahap pelaksanaan sehingga masyarakat memperoleh manfaat nyata dari program yang direncanakan.

Siapa yang Mengerjakan Proyek Bukan Persoalan, Kualitas Harus Diutamakan
Terkait pihak yang nantinya dipercaya untuk mengerjakan proyek pembangunan tanggul, John Gobai menegaskan bahwa penentuan pelaksana pekerjaan bukan merupakan kewenangannya. Ia menyerahkan proses tersebut kepada pihak yang memiliki kewenangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun, ia mengingatkan bahwa siapa pun yang nantinya mendapatkan kepercayaan untuk mengerjakan proyek tersebut harus menjalankan pekerjaan secara profesional, bertanggung jawab, dan maksimal.
Menurutnya, hal terpenting bukanlah siapa yang mendapatkan pekerjaan, melainkan bagaimana pembangunan itu dilaksanakan dengan baik agar tujuan utamanya, yaitu menahan abrasi dan melindungi masyarakat, dapat tercapai.
“Siapa yang dapat pekerjaan, bukan hak saya. Namun yang pasti harus bekerja dengan baik,” tegas John Gobai.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya kualitas pelaksanaan pembangunan, terutama karena proyek tanggul di kawasan rawan abrasi berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan perlindungan permukiman. Pelaksanaan pekerjaan diharapkan memperhatikan kondisi teknis di lapangan sehingga infrastruktur yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan mampu memberikan perlindungan secara optimal.
Masyarakat Wanggar Sampaikan Terima Kasih
Respons Gubernur Papua Tengah terhadap persoalan abrasi Kali Wanggar mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Meki F. Nawipa atas perhatian pemerintah terhadap keluhan dan aspirasi yang selama ini mereka sampaikan.
Masyarakat juga mengapresiasi peran DPRPT, khususnya Wakil Ketua IV John NR Gobai, yang dinilai telah memberikan perhatian terhadap kondisi warga di sekitar muara Kali Wanggar.
Perhatian tersebut terlihat dari kunjungan John Gobai yang berulang kali dilakukan untuk meninjau lokasi, mendengarkan keluhan masyarakat, serta membawa aspirasi mereka ke tingkat pemerintahan provinsi.
Bagi masyarakat, kehadiran wakil rakyat yang bersedia turun langsung ke lapangan menjadi bagian penting dalam menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Warga berharap aspirasi yang telah disampaikan dan direspons pemerintah dapat ditindaklanjuti melalui pelaksanaan pembangunan yang tepat sasaran.
Masyarakat pun berharap rencana pembangunan tanggul tidak berhenti pada tahap pemrograman, tetapi dapat dilanjutkan sesuai tahapan yang berlaku hingga memberikan manfaat nyata bagi warga yang berada di kawasan rawan abrasi.

Harapan terhadap Penanganan Abrasi Kali Wanggar
Persoalan abrasi Kali Wanggar menjadi pengingat pentingnya penanganan kawasan rawan bencana melalui perencanaan pembangunan yang terarah dan berkelanjutan. Ancaman pengikisan tepian sungai perlu ditangani dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, kebutuhan masyarakat, serta aspek teknis agar upaya perlindungan yang dilakukan dapat berjalan efektif.
Dengan adanya respons dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan perhatian DPRPT, masyarakat Wanggar berharap upaya penanganan abrasi dapat segera ditindaklanjuti secara konkret. Pembangunan tanggul diharapkan mampu mengurangi ancaman terhadap permukiman, meningkatkan rasa aman warga, serta menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat di wilayah yang rentan terdampak abrasi.
John NR Gobai menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Ia mengapresiasi langkah Gubernur Meki F. Nawipa yang telah merespons kebutuhan warga dan berharap pihak yang nantinya melaksanakan pekerjaan dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.
Bagi masyarakat Wanggar, perhatian pemerintah dan perjuangan penyampaian aspirasi tersebut menjadi harapan agar ancaman abrasi Kali Wanggar memperoleh penanganan yang serius, terencana, dan berorientasi pada keselamatan warga. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *