Nabire, Papua Tengah– GALA MANDIRI – Education Fair SMK se-Kabupaten Nabire kembali digelar sebagai wadah strategis untuk memperkenalkan potensi pendidikan vokasi kepada masyarakat luas. Kegiatan yang memasuki tahun kedua ini diikuti oleh 14 SMK dari total 18 SMK yang ada di Nabire, dengan mengusung semangat kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.

Ketua Panitia Education Fair, Dr. apt. H. Nur Alam Abdullah, S.Si., M.Farm. (K), mengatakan kegiatan ini bertujuan menunjukkan kekuatan SMK sebagai pencetak sumber daya manusia siap kerja sekaligus wirausaha muda.
“Education Fair menjadi ruang bagi SMK untuk menampilkan kompetensi keahlian, kreativitas siswa, serta hasil inovasi yang selama ini jarang diketahui publik,” ujar Nur Alam usai pembukaan kegiatan, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, meski belum seluruh SMK ambil bagian, pihak sekolah yang belum berpartisipasi tetap memberikan dukungan penuh dan diharapkan dapat terlibat secara aktif pada pelaksanaan tahun mendatang.
Dalam pameran tersebut, selain menampilkan kompetensi keahlian masing-masing jurusan, para siswa juga memamerkan produk kewirausahaan berupa olahan makanan dan minuman, sebagai bukti nyata kesiapan SMK mencetak lulusan mandiri.
Namun demikian, Nur Alam mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya dukungan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya dalam penerimaan siswa untuk praktik kerja lapangan (PKL).
“Penolakan terhadap siswa PKL sudah kami rasakan sejak lima tahun terakhir. Padahal, regulasi terkait pendidikan vokasi dan kemitraan industri sudah jelas mengatur kewajiban fasilitasi bagi peserta didik SMK,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara sekolah vokasi dan DUDI menjadi kunci dalam membuka peluang kerja serta meningkatkan kualitas lulusan SMK.
“Anak-anak ini membutuhkan ruang praktik. Justru dari proses itulah bakat dan potensi mereka bisa terlihat dan bahkan direkrut menjadi tenaga kerja,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan aspirasi MKKS agar pemerintah daerah dapat menerbitkan regulasi daerah yang mendorong dunia usaha menerima siswa SMK untuk melaksanakan PKL.
MKKS SMK Nabire: Semua Kebutuhan Daerah Ada di Jurusan SMK

Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Nabire, Yohanes Singgamui, S.Pd, menegaskan bahwa SMK di Nabire memiliki jurusan yang sangat relevan dengan kebutuhan daerah.
“Dari 18 SMK, hampir semua sektor kebutuhan daerah tersedia di jurusan kami. Pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengolahan pangan semuanya ada,” katanya.
Ia mencontohkan, dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), SMK sebenarnya dapat berperan sebagai pemasok bahan pangan sekaligus pusat pembelajaran produksi.
“Kalau SMK dilibatkan, jurusan-jurusan ini bisa berkembang dan menghasilkan nilai ekonomi bagi sekolah maupun daerah,” ujarnya.
Yohanes menambahkan, hingga kini kendala utama yang dihadapi SMK adalah keterbatasan akses PKL akibat belum terbangunnya kerja sama yang kuat dengan pemerintah daerah dan DUDI.
“Undang-undang sudah ada. Harapannya, dunia industri tidak lagi menutup pintu bagi siswa SMK yang ingin belajar dan mengasah keterampilan di lapangan,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment