IMG_20260619_111452_038

Bapperida Nabire Luncurkan SEMERU, Inovasi Digital untuk Perkuat Ekonomi Pesisir dan Tekan Kemiskinan

Dr.Mukayat : “SEMERU Selaras dengan Program Nasional, Mendorong Efektivitas Kebijakan Pemerintah Daerah, Model Inovasi Daerah Nasional”

NABIRE, PAPUA TENGAH-GALA MANDIRI – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Pd., M.Sc., meluncurkan proyek perubahan bertajuk SEMERU (Sea Market untuk Ekonomi Rakyat Unggul) sebagai strategi inovatif dalam pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir di Kabupaten Nabire.


Menurut Mukayat, potensi sumber daya kelautan dan perikanan di wilayah pesisir Nabire sangat besar, namun belum mampu memberikan dampak maksimal terhadap kesejahteraan masyarakat akibat terbatasnya akses pasar, rendahnya nilai tambah hasil tangkapan, serta ketergantungan nelayan terhadap tengkulak.
“Permasalahan utama bukan terletak pada kurangnya sumber daya, tetapi pada akses pasar yang masih terbatas dan rendahnya nilai tambah yang diterima nelayan. Karena itu, SEMERU hadir sebagai solusi untuk memperkuat ekonomi masyarakat pesisir melalui pendekatan berbasis pasar,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).
SEMERU Selaras dengan Program Nasional
Program SEMERU dirancang sebagai model intervensi pengentasan kemiskinan berbasis pasar yang berfokus pada masyarakat pesisir, khususnya di Distrik Kepulauan Moora dan Distrik Yaur.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, terutama pada agenda pembangunan dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.
Melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor, SEMERU diharapkan mampu membangun sistem ekonomi pesisir yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis teknologi.
Tujuan Jangka Pendek : Membuka Akses Pasar Nelayan
Pada tahap awal atau dalam rentang waktu 1–2 bulan, Bapperida menargetkan terlaksananya Sea Market perdana sebagai proof of concept atau pembuktian konsep dalam membuka akses pasar langsung bagi masyarakat pesisir.
Beberapa target yang ingin dicapai meliputi:
1.Terselenggaranya Sea Market pertama sebagai wadah transaksi langsung antara nelayan dan pembeli.
2.Terbentuknya kemitraan awal antara nelayan dan offtaker.
3.Tersusunnya desain model serta kerangka kebijakan SEMERU.
4.Penguatan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung implementasi program.
Jangka Menengah : Penguatan Sistem dan Ekspansi Wilayah
Dalam periode 6–12 bulan, SEMERU akan diperluas ke sejumlah distrik pesisir lainnya, yakni Distrik Teluk Umar, Distrik Wapoga, dan Distrik Napan.
Fokus pengembangannya meliputi:
1.Perluasan cakupan implementasi program.
2.Integrasi program lintas perangkat daerah.
3.Penguatan rantai nilai dan distribusi komoditas perikanan.
4.Pengembangan platform digital SEMERU sebagai sarana informasi harga, akses pasar, serta monitoring dan evaluasi berbasis data.
Jangka Panjang : Mewujudkan Ekonomi Pesisir Berkelanjutan
Dalam kurun waktu 1–2 tahun ke depan, SEMERU diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi pesisir yang mandiri dan berkelanjutan.
Target yang ingin diwujudkan antara lain:
1.Meningkatkan daya saing dan nilai tambah komoditas perikanan.
2.Memperluas akses ekonomi masyarakat pesisir secara inklusif.
3.Menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan di Kabupaten Nabire.
4.Membangun ekosistem ekonomi lokal yang kuat dan adaptif terhadap perkembangan pasar.
Manfaat Langsung bagi Masyarakat Pesisir
Melalui SEMERU, nelayan dan masyarakat pesisir akan memperoleh akses pasar yang lebih luas tanpa ketergantungan pada perantara.
Dengan sistem pemasaran yang lebih terbuka dan kompetitif, masyarakat diharapkan dapat memperoleh harga jual yang lebih baik sehingga pendapatan meningkat secara bertahap.
Selain itu, program ini juga akan memperkuat posisi tawar nelayan dalam rantai distribusi serta mendorong transformasi ekonomi dari pola subsisten menuju ekonomi produktif berbasis pasar.


Mendorong Efektivitas Kebijakan Pemerintah Daerah
Bagi Pemerintah Kabupaten Nabire, implementasi SEMERU menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efektivitas program pengentasan kemiskinan melalui pendekatan ekonomi produktif.
Program ini juga akan mengintegrasikan berbagai program lintas sektor sehingga mengurangi tumpang tindih kebijakan serta meningkatkan efisiensi pembangunan daerah.
Dalam hal ini, Bapperida berperan sebagai integrator kebijakan dan pengendali program pembangunan yang memastikan seluruh intervensi berjalan secara terpadu dan tepat sasaran.
Membuka Peluang Bagi UMKM dan Dunia Usaha
SEMERU juga memberikan manfaat bagi pelaku usaha, UMKM, dan lembaga keuangan melalui terbukanya akses langsung terhadap pasokan hasil perikanan berkualitas.
Kondisi ini akan mendukung keberlanjutan produksi, memperluas peluang usaha pengolahan hasil laut, serta membangun kemitraan usaha yang lebih stabil dan saling menguntungkan.
Selain itu, akses pembiayaan bagi masyarakat pesisir juga diharapkan meningkat melalui sistem ekonomi yang lebih terstruktur dan terpantau.
Kondisi yang Diharapkan
Melalui implementasi SEMERU, Pemerintah Kabupaten Nabire menargetkan terciptanya:
1. Akses Pasar yang Lebih Terbuka
Nelayan dapat menjual hasil tangkapannya langsung kepada pembeli tanpa ketergantungan pada tengkulak.
2. Peningkatan Pendapatan Masyarakat
Harga komoditas menjadi lebih kompetitif dan adil sehingga pendapatan masyarakat meningkat.
3. Sistem Distribusi yang Efektif
Rantai distribusi menjadi lebih pendek, efisien, dan terorganisir.
4. Integrasi Program Lintas Sektor
Program pembangunan berjalan terpadu dan saling mendukung.
5. Ekosistem Ekonomi Pesisir yang Berkelanjutan
Terbangunnya kemitraan kuat antara masyarakat, pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga keuangan.
6. Pemanfaatan Teknologi Digital
Tersedianya platform digital untuk informasi harga, transaksi, dan pengambilan kebijakan berbasis data.


Penguatan Kompetensi dan Tata Kelola
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, Bapperida juga menyiapkan strategi pengembangan kompetensi bagi aparatur dan pemangku kepentingan melalui pelatihan, workshop, coaching, mentoring, pendampingan lapangan, hingga benchmarking.
Langkah ini bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan strategis, tata kelola kolaboratif, pemanfaatan teknologi informasi, serta kemampuan pengambilan kebijakan berbasis data dalam mendukung transformasi ekonomi masyarakat pesisir.


Menjadi Model Inovasi Daerah Nasional
Dr. Mukayat optimistis SEMERU dapat menjadi model inovasi daerah yang mampu direplikasi di berbagai wilayah pesisir lainnya di Indonesia.
“SEMERU bukan sekadar program jangka pendek, tetapi fondasi pembangunan ekonomi pesisir yang berkelanjutan. Kami berkomitmen penuh menjadikannya sebagai instrumen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Nabire,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *