
NABIRE, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire resmi meluncurkan program SEMERU (Sea Market untuk Ekonomi Rakyat Unggul) sebagai inovasi strategis untuk memperkuat perekonomian masyarakat pesisir dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Nabire.
Program tersebut diluncurkan secara resmi oleh Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Parenwari, pada Kamis (2/7/2026) di Aula Bapperida Kabupaten Nabire.
Fokus Awal di Lima Distrik Pesisir

Kepala Bapperida Kabupaten Nabire sekaligus Reformer SEMERU, Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa implementasi program saat ini baru dimulai di Distrik Yaur dan Distrik Moora.
Selanjutnya, program akan diperluas ke Distrik Wapoga, Teluk Umar, dan Napan.
”SEMERU baru kita implementasikan di Distrik Yaur dan Moora. Berikutnya kami akan turun ke Distrik Wapoga, Teluk Umar, dan Napan. Program ini akan terus kami jalankan selama saya masih menjabat di Bapperida dan akan dianggarkan dalam perencanaan untuk tiga hingga empat tahun ke depan,” ujarnya.
Bagian dari Proyek Perubahan PKN Tingkat II

Dr. Mukayat mengungkapkan bahwa inovasi SEMERU merupakan proyek perubahan yang disusun dalam rangka mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Regional Makassar.Ia menyebut seluruh pejabat eselon II pada akhirnya wajib mengikuti pelatihan tersebut sebagai bagian dari peningkatan kapasitas kepemimpinan birokrasi.
Menjawab Persoalan Kemiskinan di Wilayah Pesisir

Menurut Dr. Mukayat, lahirnya SEMERU didasarkan pada hasil pengamatan terhadap kondisi kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Nabire.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat pesisir sebenarnya memiliki kemampuan memproduksi ikan dalam jumlah besar, namun masih menghadapi persoalan utama pada akses pemasaran.
”SEMERU”Mereka mampu menghasilkan ikan dalam jumlah banyak, tetapi kesulitan menjualnya. Untuk membawa hasil tangkapan ke kota membutuhkan biaya BBM yang tinggi, sementara jika menunggu pembeli datang, harga yang diterima sangat rendah. Akibatnya mereka tidak memiliki daya tawar. Dari situlah lahir gagasan SEMERU,” jelasnya.
Menurunkan Angka Kemiskinan

Dr. Mukayat memaparkan bahwa tingkat kemiskinan nasional saat ini berada pada angka sekitar 8,2 persen, sedangkan Papua Tengah mencapai 29,45 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan di Kabupaten Nabire tercatat 22,65 persen, turun dari sekitar 24 persen sebelumnya. Namun, di lima distrik pesisir yakni Wapoga, Moora, Yaur, Teluk Umar, dan Napan, tingkat kemiskinan diperkirakan masih berada di kisaran 34 persen.
Menurutnya, apabila kemiskinan di wilayah pesisir dapat ditekan, maka angka kemiskinan Kabupaten Nabire secara keseluruhan juga akan ikut menurun.
Melibatkan Banyak OPD

SEMERU dirancang sebagai program kolaboratif yang melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Komunikasi dan Informatika, Inspektorat, Dinas Perikanan, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, hingga Dinas Perindustrian.
Bapperida berperan sebagai koordinator perencanaan untuk memastikan seluruh program berjalan secara terpadu.
Membangun Ekosistem Ekonomi Pesisir

Melalui SEMERU, pemerintah ingin memastikan pasar bagi hasil tangkapan nelayan tetap terbuka sehingga nelayan dapat lebih fokus meningkatkan produksi.
Ke depan, Bapperida juga akan mengoptimalkan fungsi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) agar kapal-kapal pengangkut dapat langsung mengambil hasil tangkapan nelayan dari wilayah pesisir.
Selain itu, pemerintah akan mendorong pengembangan industri pengolahan hasil perikanan, pembangunan pabrik es, hingga penguatan rantai distribusi agar nilai tambah hasil laut dapat dinikmati masyarakat pesisir.
Tiga Pilar SEMERU

Dr. Mukayat menjelaskan bahwa implementasi SEMERU dibangun melalui tiga pilar utama, yakni:
Sea Market, mempertemukan nelayan dengan pembeli atau off-taker dari kota.
Kolaborasi lintas sektor, dengan melibatkan seluruh OPD dalam mendukung pengembangan ekonomi pesisir.
Digitalisasi melalui Aplikasi SEMERU, yang akan menyediakan informasi mengenai jenis ikan, volume produksi, akses pemasaran, hingga integrasi data dengan program Satu Data Indonesia.
Melalui inovasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap potensi kelautan dan perikanan dapat menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan di Kabupaten Nabire. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment