IMG-20260621-WA0025

Ponpes Daarul Fikri Wisuda Santri Juz Amma, Perkuat Komitmen Cetak Generasi Qurani di Nabire


NABIRE, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Yayasan Pondok Pesantren Daarul Fikri Bumiwonorejo, Kabupaten Nabire, menggelar Haflah Imtihan ke-XIV dan Wisuda Juz Amma ke-XII, Minggu (21/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum syukur sekaligus apresiasi atas capaian para santri dalam menempuh pendidikan dan menghafal Al-Qur’an.


Acara yang menghadirkan penceramah agama Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Nsbire Dr. Basharuddin, S.H., M.Pd., M.H. itu dihadiri oleh Bupati Nabire yang diwakili Asisten I Setda Kabupaten Nabire H. La Halim, Ketua MUI Provinsi Papua Tengah K. Muhammad Rofiq, Ketua dan Sekretaris PCNU Kabupaten Nabire Agus Suprayitno dan Muh. Thohir, perwakilan TNI-Polri, Preventif Densus 88, Ketua Muslimat NU Papua Tengah Hj. Qomariyyah, para tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta wali santri.


Komitmen Mencetak Generasi Qurani
Pondok Pesantren Daarul Fikri terus berkomitmen melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi umat dan bangsa.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, yayasan merencanakan pembangunan SD Islam Tahfidzul Qur’an Daarul Fikri yang akan mengintegrasikan pendidikan umum dengan pendidikan tahfidz Al-Qur’an.
Program tersebut bertujuan menyediakan fasilitas pendidikan dasar yang representatif dan Islami, mencetak generasi unggul dalam ilmu pengetahuan dan hafalan Al-Qur’an, serta mendukung program pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan berbasis karakter Islami.


Pemkab Nabire Dukung Penguatan Pendidikan Al-Qur’an
Dalam sambutan tertulis Bupati Nabire yang dibacakan Asisten I H. La Halim, disampaikan bahwa Haflah Imtihan dan Wisuda Juz Amma bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum evaluasi, refleksi, dan rasa syukur atas proses pendidikan yang telah dilalui para santri.
Menurutnya, keberhasilan menghafal Juz Amma merupakan langkah awal yang sangat baik dalam perjalanan menuntut ilmu agama.
“Saya berharap prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, memahami, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga berharap pada masa mendatang akan lahir lebih banyak penghafal Al-Qur’an di Nabire, tidak hanya pada tingkat Juz Amma, tetapi juga hafalan 5 juz, 10 juz, hingga 30 juz.
Menurutnya, kebutuhan qari dan qariah yang memiliki hafalan Al-Qur’an dalam berbagai kategori masih sangat tinggi, sehingga diperlukan peran seluruh pondok pesantren untuk bersama-sama membumikan Al-Qur’an di Kabupaten Nabire.
“Pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan mental, spiritual, akhlak, dan budi pekerti masyarakat,” tegasnya.
Apresiasi untuk Orang Tua dan Tenaga Pendidik
Ketua Yayasan Daarul Fikri, Sunaryo AR, menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah memberikan kepercayaan kepada pesantren dalam mendidik putra-putri mereka.
Menurutnya, keberhasilan para santri tidak terlepas dari doa, perhatian, pengorbanan, dan pendampingan yang diberikan keluarga selama proses pendidikan.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para ustaz dan ustazah yang telah dengan tulus mendidik serta membimbing para santri.
“Semoga segala amal kebaikan yang dilakukan menjadi ladang pahala dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” ujarnya.
Sunaryo berharap momentum Haflah Imtihan Akhirussanah ke-XIV dapat menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat semangat menuntut ilmu, serta membangun generasi Qurani yang mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.


Penceramah Ajak Menanam Amal Jariyah
Dalam tausiyahnya, Dr. Basharuddin menjelaskan pentingnya keberadaan pondok pesantren sebagai tempat belajar dan membentuk karakter Islami.
Menurutnya, pesantren tidak hanya mengajarkan Al-Qur’an, tetapi juga berbagai disiplin ilmu keislaman seperti tafsir, hadis, nahwu, sharaf, serta pembentukan akhlakul karimah.
Ia mengingatkan bahwa seluruh amal perbuatan manusia akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Karena itu, umat Islam diajak menanam amal yang pahalanya terus mengalir.
Mengutip hadis Rasulullah SAW, ia menyampaikan bahwa ketika manusia meninggal dunia, seluruh amalnya terputus kecuali tiga perkara, yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang senantiasa mendoakan orang tuanya.
Pada kesempatan tersebut, Dr. Basharuddin juga menginisiasi penggalangan dana untuk pembangunan SD Islam Tahfidzul Qur’an Daarul Fikri yang diawali dengan sumbangan pribadi darinya.
Selain itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadi pribadi yang amanah dan memberikan manfaat bagi sesama.


Ditutup dengan Doa Bersama
Rangkaian Haflah Imtihan XIV dan Wisuda Juz Amma XII Pondok Pesantren Daarul Fikri ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Fikri, KH. Imam Mukhlasi Bukhori.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan hafalan serta pemahaman Al-Qur’an demi mewujudkan generasi Qurani yang unggul dan berakhlak mulia. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *