
Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PT Pelayaran Nasional Indonesia) atau Pelni menambah dua armada kapal yang akan melayani rute ke Pelabuhan Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, guna mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus mudik Idul Fitri 2026.
Kepala Cabang Pelni Nabire, Robby Munardi, mengatakan dua kapal tambahan tersebut adalah KM Labobar dan KM Dobonsolo. Selama ini, rute Nabire secara rutin dilayani oleh KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda.
“Pada periode Lebaran 2026 ini, Pelni Nabire mendapatkan tambahan dua kapal, yakni KM Labobar dan KM Dobonsolo. Sementara kapal yang secara reguler melayani rute Nabire adalah KM Gunung Dempo dan KM Dorolonda,” ujar Robby saat ditemui di Kantor Pelni Cabang Nabire, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, KM Labobar telah bertolak dari Nabire pada Senin pagi sebelum masa Lebaran dan dijadwalkan kembali setelah hari raya. Sementara itu, dalam sisa waktu sekitar satu minggu hingga sepuluh hari terakhir Ramadan, masih ada satu kapal yang akan singgah di Nabire.
“Kapal tersebut adalah KM Gunung Dempo yang dijadwalkan berlayar menuju Jayapura pada 12 Maret. Setelah itu kapal akan kembali dari Jayapura menuju wilayah barat dan dijadwalkan singgah kembali di Nabire pada 14 Maret,” jelasnya.

Selain menambah armada, Pelni juga menjalankan program diskon tiket kapal sebesar 30 persen sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran.
Program diskon tersebut berlaku pada 11 Maret hingga 5 April 2026 untuk seluruh rute kapal Pelni di Indonesia. Namun hingga awal Maret, tingkat pemanfaatan program tersebut masih tergolong rendah.
“Berdasarkan laporan terakhir, tingkat penyerapannya baru sekitar 33 persen. Dari total anggaran sekitar Rp42 miliar, yang sudah terealisasi sekitar Rp13 miliar,” kata Robby.
Pelni menargetkan sekitar 445.000 penumpang dapat memanfaatkan program diskon tiket tersebut. Namun hingga saat ini baru sekitar 146.000 penumpang yang tercatat menggunakan fasilitas itu.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode Lebaran, Pelni juga memperoleh dispensasi kapasitas angkut hingga 150 persen pada sejumlah kapal. Meski demikian, Robby menegaskan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelayaran.
“Secara nasional Pelni mendapat dispensasi kapasitas hingga 150 persen, namun kapal-kapal yang melayani rute Nabire dipastikan tetap memenuhi standar keselamatan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket melalui jalur resmi, seperti aplikasi Pelni Mobile, situs resmi Pelni, maupun loket cabang terdekat.
Menurutnya, pembelian tiket melalui calo berisiko karena identitas penumpang sering tidak sesuai dengan data pada tiket.
“Jika membeli tiket melalui calo dan identitas tidak sesuai, kami tidak dapat menjamin perlindungan penumpang selama pelayaran. Karena itu masyarakat kami imbau membeli tiket melalui Pelni Mobile atau agen resmi,” tegasnya.
Saat ini tiket kapal Pelni dapat dipesan hingga 30 hari sebelum jadwal keberangkatan melalui aplikasi Pelni Mobile, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan mudik dengan lebih mudah dan aman. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment