NABIRE, PAPUA TENGAH-GALA MANDIRI – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Provinsi Papua Tengah harus bekerja ekstra setelah menangani empat peristiwa kebakaran yang terjadi dalam rentang waktu satu hari di Kabupaten Nabire, Sabtu (18/7/2026). Rangkaian kejadian tersebut terdiri atas tiga kebakaran lahan dan satu kebakaran rumah, seluruhnya berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 15.22 WIT di area belakang Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Kalibobo. Kebakaran lahan diketahui setelah seorang warga melihat kobaran api dan segera melaporkannya kepada petugas. Tim Damkar yang tiba di lokasi beberapa menit kemudian langsung melakukan pemadaman hingga api berhasil dipastikan padam sekitar pukul 16.15 WIT. Dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas orang yang tidak dikenal.
Pada malam harinya, sekitar pukul 21.24 WIT, Regu II kembali menerima laporan kebakaran lahan gambut di kawasan Wonorejo, tepatnya di belakang sebuah pondok dekat Kantor DPR Kabupaten Nabire. Api yang membakar tumpukan ampas kayu berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam. Tidak ada korban maupun kerugian materiil yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Belum lama setelah penanganan itu selesai, petugas kembali bergerak menuju kawasan Bandara Lama, tepatnya di belakang Ballroom Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah. Kebakaran lahan kembali terjadi, namun berkat respons cepat Damkar, api berhasil dicegah agar tidak menjalar ke area yang lebih luas.
Menjelang pergantian hari, sekitar pukul 23.42 WIT, Damkar kembali menerima laporan kebakaran yang kali ini terjadi di dapur sebuah rumah warga di kawasan Karang Barat. Saat petugas tiba, kobaran api telah lebih dulu dipadamkan oleh warga sekitar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian dapur dan sejumlah perabot rumah tangga. Dugaan awal menyebutkan kebakaran dipicu oleh korsleting listrik.

Damkar Papua Tengah mengapresiasi peran aktif masyarakat yang segera melaporkan setiap kejadian sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah, terutama pada musim kemarau yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan maupun permukiman. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment