IMG_20260929_134153_860

DPR Papua Tengah Terima Aspirasi IPMADO, Segera Panggil Kapolda Bahas Perkembangan Kasus Dogiyai Berdarah

NABIRE, PAPUA TENGAH |GALA MANDIRI –Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT) menerima aspirasi Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) se-Kota Nabire dalam aksi penyampaian pendapat secara damai yang berlangsung di halaman Gedung DPR Papua Tengah, Senin (28/9/2026).
Kedatangan mahasiswa tersebut untuk menyampaikan sejumlah tuntutan sekaligus mempertanyakan perkembangan penanganan hukum atas peristiwa yang terjadi di Kabupaten Dogiyai pada akhir Maret 2026, yang oleh mahasiswa disebut sebagai Dogiyai Berdarah.
Aspirasi mahasiswa diterima langsung Wakil Ketua I DPR Papua Tengah, Diben Elaby. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa menyampaikan keresahan masyarakat Dogiyai terkait proses penegakan hukum terhadap peristiwa yang menimbulkan korban serta dampaknya terhadap kondisi sosial masyarakat.
IPMADO menilai, peristiwa tersebut tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga meninggalkan trauma di tengah masyarakat. Dampak psikologis, menurut mereka, turut dirasakan masyarakat sipil, termasuk anak-anak dan orang tua yang berada di tengah situasi tersebut.
Mahasiswa berharap proses hukum terhadap perkara itu dapat berjalan secara transparan dan memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama keluarga korban yang hingga kini masih menantikan kejelasan mengenai perkembangan penanganannya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Diben Elaby mengatakan DPR Papua Tengah akan menindaklanjutinya dengan meminta penjelasan langsung dari pihak kepolisian. DPR Papua Tengah, kata dia, akan mengundang Kapolda Papua Tengah untuk menjelaskan perkembangan penanganan kasus Dogiyai tersebut.
Diben menjelaskan, persoalan keamanan dan penegakan hukum di wilayah Papua Tengah merupakan salah satu perhatian DPR Papua Tengah. Bahkan, berbagai persoalan keamanan yang terjadi di daerah telah menjadi bagian dari komunikasi DPR Papua Tengah dengan pemerintah pusat.


Menurut Diben, dalam menjalankan fungsi pengawasan, DPR Papua Tengah memiliki mitra kerja di bidang keamanan dan penegakan hukum, salah satunya Polda Papua Tengah. Karena itu, DPR perlu memperoleh informasi langsung dari pihak kepolisian mengenai proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami akan mengundang Kapolda untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan kasus Dogiyai ini, karena sampai sekarang kami belum mendapatkan informasi terbaru mengenai proses penanganannya,” kata Diben.
Ia menegaskan, DPR Papua Tengah tidak ingin aspirasi yang disampaikan mahasiswa berhenti sebatas penerimaan di gedung dewan. Aspirasi tersebut akan menjadi bahan bagi DPR untuk melakukan komunikasi dan meminta penjelasan kepada institusi yang berwenang.
Diben juga mengakui bahwa hingga saat ini DPR Papua Tengah belum memperoleh informasi terbaru secara langsung mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut. Kondisi itu menjadi salah satu alasan DPR akan menjadwalkan pertemuan dengan Kapolda Papua Tengah.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai tahapan penanganan perkara, termasuk langkah-langkah hukum yang telah dilakukan oleh aparat penegak hukum sejak peristiwa tersebut terjadi.
Selain untuk kepentingan lembaga legislatif, penjelasan dari kepolisian dinilai penting agar informasi mengenai proses hukum dapat diketahui secara lebih terbuka oleh masyarakat. Terlebih, persoalan tersebut berkaitan dengan korban dan keluarga yang membutuhkan kepastian mengenai proses penanganan perkara.
Diben mengatakan, DPR Papua Tengah juga berharap komunikasi antara lembaga legislatif, aparat keamanan, mahasiswa, dan masyarakat dapat terus dibangun. Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan penegakan hukum di Papua Tengah diharapkan dapat dibahas secara lebih terukur.
Sementara itu, penyampaian aspirasi IPMADO berlangsung dalam suasana damai. Mahasiswa menyampaikan pandangan serta tuntutannya kepada DPR Papua Tengah sebagai bentuk dorongan agar proses penegakan hukum terhadap kasus yang mereka persoalkan mendapatkan perhatian dan kejelasan.
DPR Papua Tengah selanjutnya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui mekanisme kelembagaan, termasuk mengundang Kapolda Papua Tengah untuk memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan kasus Dogiyai Berdarah.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang informasi yang lebih jelas mengenai proses hukum sekaligus menjawab pertanyaan yang selama ini disampaikan mahasiswa dan masyarakat Dogiyai terkait perkembangan perkara tersebut. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *