
NABIRE, Papua Tengah — GALA MANDIRI –Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, mewakili Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa, meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program dan penyerapan anggaran mengingat waktu efektif pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2026 semakin terbatas.
Hal itu disampaikan Tumiran dalam sambutannya pada kegiatan yang digelar Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (14/9/2026).

Tumiran mengapresiasi Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan yang telah menginisiasi kegiatan rutin tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang dinilai tetap konsisten dan bersemangat mengikuti kegiatan secara rutin setiap bulan.
Menurutnya, kekompakan dan konsistensi seluruh jajaran pemerintahan menjadi modal penting untuk memastikan berbagai agenda pembangunan di Papua Tengah dapat berjalan sesuai target.
Dalam kesempatan tersebut, Tumiran juga mengingatkan para aparatur pemerintah agar mampu mengatur waktu antara pekerjaan dan waktu istirahat. Ia menekankan bahwa pekerjaan di kantor tidak akan pernah benar-benar habis karena selalu ada tugas dan target baru yang harus diselesaikan.
“Setelah kita pulang dari sini, harus ada perubahan. Kita harus mampu mengatur waktu. Seberat apa pun pekerjaan, pekerjaan tidak akan pernah habis,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh aparatur untuk tidak menjadikan kesibukan sebagai alasan mengabaikan kewajiban lainnya, termasuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan waktu istirahat dengan baik.

Selain itu, Tumiran memberikan perhatian serius terhadap capaian penyerapan anggaran sejumlah OPD. Berdasarkan laporan hingga 31 Agustus 2026, masih terdapat OPD yang tingkat penyerapan anggarannya berada di bawah 20 persen.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera mendapat perhatian karena rendahnya realisasi anggaran dapat berdampak terhadap evaluasi kinerja pemerintah daerah dan perencanaan anggaran pada tahun berikutnya.
“Ini sangat disayangkan. Kalau anggaran tidak terserap dan tidak dilaksanakan, tentu akan menjadi bahan evaluasi terhadap kemampuan kita dalam melaksanakan program,” tegasnya.
Tumiran meminta para pejabat dan pengelola program, mulai dari staf, subbagian keuangan, subbagian program, sekretaris hingga kepala bidang, untuk bersama-sama mengejar ketertinggalan tersebut.
Ia menilai percepatan serapan anggaran bukan semata-mata persoalan administrasi, tetapi merupakan bagian dari ukuran keberhasilan OPD dalam menjalankan amanah dan program pembangunan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Tolongan kita sama-sama kejar tingkat penyerapan. Ini berdampak pada ukuran kinerja dan keberhasilan kita di kantor,” katanya.
Tumiran juga mengingatkan bahwa saat ini sudah memasuki pertengahan September. Dengan demikian, waktu efektif untuk menyelesaikan berbagai program dan kegiatan tahun anggaran 2026 semakin pendek.

Menurutnya, Oktober dan November menjadi waktu yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Sementara Desember tidak dapat sepenuhnya dihitung sebagai waktu efektif karena seluruh jajaran pemerintah akan mulai disibukkan dengan proses penutupan tahun anggaran, pertanggungjawaban, serta penyelesaian administrasi lainnya.
“Waktu kita berjalan terus. Kita harus memperhatikannya dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih adanya sejumlah OPD yang belum menyelesaikan atau bahkan baru membuka proses kegiatan tertentu hingga pertengahan September. Padahal, menurut Tumiran, sejumlah pekerjaan tersebut merupakan kegiatan rutin yang seharusnya dapat dipersiapkan sejak awal tahun.
Ia mencontohkan berbagai pekerjaan administratif dan program rutin yang semestinya tidak lagi menjadi hambatan bagi OPD karena telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Tumiran meminta OPD yang masih mengalami keterlambatan agar segera melakukan percepatan dan belajar dari OPD lain yang telah mampu menyelesaikan tahapan pekerjaan lebih awal.
“Kalau memang sudah bisa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, seharusnya tahun ini juga bisa dipercepat. Sudah ada OPD yang menjadi contoh,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pimpinan OPD dapat mengambil langkah konkret untuk mempercepat pelaksanaan program, termasuk menyelesaikan berbagai pekerjaan administratif yang menjadi tanggung jawab masing-masing bidang.
Tumiran menegaskan, percepatan tersebut penting agar program pemerintah daerah dapat memberikan manfaat nyata kepada masyarakat serta tidak menimbulkan persoalan pada akhir tahun anggaran.

Ia pun mengajak seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk bekerja lebih disiplin, meningkatkan koordinasi, dan memanfaatkan waktu yang tersisa secara optimal demi mencapai target pembangunan daerah. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment