1000036634

Pemkab Nabire Tegaskan Peran SMK sebagai Motor SDM dan Wirausaha Daerah


Nabire, Papua Tengah–GALA MANDIRI – Pemerintah Kabupaten Nabire menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan penggerak ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, saat membuka kegiatan Education Fair SMK se-Kabupaten Nabire, Jumat (6/2/2026).


‎Menurut Yulianus, Education Fair bukan sekadar ajang pameran hasil karya sekolah, melainkan ruang strategis bagi siswa SMK untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan wirausaha.
‎“SMK memiliki posisi penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan berdaya saing. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa SMK di Nabire mampu menjawab tantangan pembangunan daerah,” ujarnya di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nabire.
‎Tema “Kreatif dan Inovatif untuk SMK Siap Kerja, Wirausaha Hebat”, lanjut Yulianus, sangat relevan dengan dinamika dunia kerja yang terus berubah. Ia menekankan bahwa lulusan SMK tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga dituntut memiliki karakter kuat, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.
‎“Di era globalisasi, lulusan SMK harus mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari pekerjaan,” katanya.
‎Pemerintah daerah, lanjut Yulianus, terus mendorong pengembangan pendidikan vokasi melalui peningkatan kualitas SMK, penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
‎Ia menegaskan bahwa SMK di Nabire diharapkan menjadi penyedia utama tenaga kerja lokal sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.

‎“Tunjukkan bahwa SMK di Nabire mampu, siap, dan layak bersaing,” tegasnya.


Plt Sekda Nabire Ancam Cabut Izin DUDI yang Tolak Siswa Prakerin
‎Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, melontarkan pernyataan tegas terhadap dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang menolak menerima siswa SMK untuk melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin).
‎Pernyataan tersebut disampaikan Yulianus menanggapi keluhan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK terkait sulitnya penempatan siswa Prakerin di sejumlah perusahaan dan instansi.
‎“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dunia usaha dan dunia industri wajib mendukung proses pendidikan, karena hal ini sudah diatur dalam undang-undang,” tegas Yulianus saat memberikan sambutan pada Education Fair SMK se-Kabupaten Nabire, Jumat (6/2/2026).
‎Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir DUDI maupun instansi yang menolak siswa SMK tanpa alasan yang jelas.
‎“Jika ada industri, usaha, atau instansi mana pun yang menolak siswa SMK untuk praktik kerja, laporkan secara resmi kepada saya. Saya tidak segan-segan mencabut izin usaha mereka,” ujarnya dengan nada tegas.
‎Yulianus juga meminta pihak sekolah dan MKKS untuk bersikap proaktif dengan menyampaikan laporan tertulis apabila menemukan DUDI yang tidak memberikan respons terhadap permohonan penempatan siswa Prakerin.
‎“Buat surat secara resmi. Pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas demi melindungi hak pendidikan siswa SMK,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *