
Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI– Perbaikan Gapura Terminal Transit Pasar Oyehe (TTPO) di Kabupaten Nabire mulai terealisasi pada tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul kerusakan parah pada bangunan gapura yang sebelumnya menimbulkan kekhawatiran masyarakat akibat retakan pada tiang penyangga dan potensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kondisi gapura TTPO yang rapuh sempat menjadi perhatian serius, terutama bagi sopir angkutan umum dan masyarakat yang setiap hari melintas di kawasan terminal dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan (Kabid Darat) Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire, Dorkas Murafer, SE, membenarkan bahwa kerusakan gapura telah terjadi sejak pertengahan Desember 2025.
“Curah hujan tinggi disertai angin kencang pada akhir tahun 2025 mengakibatkan struktur gapura yang dibangun sejak 2010 tidak lagi mampu bertahan. Retakan pada tiang penyangga menimbulkan kekhawatiran masyarakat,” ujar Dorkas, Kamis,(22/1/2026)

Gapura TTPO Dibongkar Demi Keselamatan
Untuk mencegah risiko kecelakaan, Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire mengambil langkah cepat dengan melakukan pembongkaran gapura Terminal Transit Pasar Oyehe.
“Per 10 Januari 2026, gapura sudah dibongkar dan area dibersihkan. Saat ini tidak ada lagi potensi material bangunan yang dapat membahayakan masyarakat,” jelasnya.
Pembangunan Gapura Baru Masuk Program 2026.
Meski gapura lama telah dibongkar, pemerintah daerah memastikan pembangunan gapura baru telah masuk dalam program tahun anggaran 2026. Namun, waktu pelaksanaan pembangunan masih menunggu tahapan perencanaan dan penganggaran.
“Gapura TTPO merupakan salah satu ikon dan wajah Kabupaten Nabire. Karena itu, pembangunannya sudah diprogramkan tahun 2026,” tegas Dorkas.
Imbauan Keselamatan Pengguna Jalan
Selain membahas pembangunan gapura, Dorkas juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara. Hal ini menyusul adanya laporan kerusakan traffic light di sejumlah titik strategis di Kabupaten Nabire.
“Kami mengharapkan pengguna jalan tetap mengutamakan keselamatan, sambil pemerintah melakukan penanganan terhadap fasilitas lalu lintas yang mengalami gangguan,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI


Leave A Comment