IMG-20260305-WA0004

Musrenbang Distrik Kirihi 2026: Warga 10 Kampung Prioritaskan Peningkatan Bandara, Pendidikan, dan Layanan Kesehatan

“Bappeda Waropen Himpun Aspirasi untuk Rencana Pembangunan 2027”


WAROPEN – GALA MANDIRI – Pemerintah Kabupaten Waropen melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Waropen menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat distrik di Distrik Kirihi, Selasa (4/3/2026), bertempat di Kampung Spoiri. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menghimpun aspirasi masyarakat dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Musrenbang dibuka langsung oleh Kepala Bappeda Waropen, Mesak Wonatorei, S.Pd, dan dihadiri empat orang staf Bappeda. Turut hadir Kepala Distrik Kirihi Jesaya Burham, Kapolpos Kirihi Ayub Aronggear, serta perwakilan masyarakat dari 10 kampung di Distrik Kirihi, yakni Ari Antu, Dairi, Dirou, Diwa, Foira, Kawari, Kwaisa, Sooh, Spoiri, dan Wafuka.


Kegiatan berlangsung aman dan tertib, dengan partisipasi aktif masyarakat yang menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak di wilayahnya.
Bandara Kirihi Jadi Prioritas Utama
Dalam forum tersebut, masyarakat dari 10 kampung secara tegas meminta agar peningkatan Bandara Kirihi menjadi prioritas pembangunan tahun 2027. Infrastruktur transportasi udara dinilai sangat vital mengingat Distrik Kirihi hanya dapat dijangkau menggunakan pesawat.


Kepala Bappeda Kabupaten Waropen, Mesak Wonatorei, S.Pd, dalam pernyataannya menegaskan bahwa keberadaan bandara memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian daerah dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Bandara sangat vital dan penting untuk menunjang perekonomian Kabupaten Waropen dan masyarakat Kirihi. Transportasi udara menjadi satu-satunya sarana yang bisa menjawab kebutuhan hidup mereka, baik untuk pendidikan, kesehatan maupun distribusi bahan pokok,” ujarnya.
Ia menjelaskan, akses transportasi udara sangat menentukan, terutama dalam situasi darurat kesehatan. Warga yang sakit harus dirujuk menggunakan pesawat ke Nabire maupun Waropen untuk selanjutnya mendapatkan perawatan di rumah sakit kabupaten.
Menurutnya, aspirasi peningkatan bandara telah disuarakan masyarakat sejak bertahun-tahun lalu dan kembali ditegaskan dalam Musrenbang kali ini agar dapat diakomodir dalam perencanaan 2027.
Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Perlu Diperkuat
Selain bandara, masyarakat juga mengusulkan peningkatan kualitas pendidikan, khususnya mengaktifkan kembali proses belajar-mengajar secara optimal di Distrik Kirihi. Mereka berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap ketersediaan tenaga pendidik serta sarana dan prasarana sekolah.
Di sektor kesehatan, warga meminta peningkatan pelayanan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kirihi agar pelayanan dasar dapat diakses tanpa harus selalu dirujuk keluar distrik.
“Masalah-masalah yang diangkat masyarakat ini sepenuhnya akan kami sampaikan kepada pimpinan dan pemerintah atasan. Ada yang bisa dijawab melalui OPD terkait di daerah, ada juga yang harus kami koordinasikan hingga ke kementerian,” kata Kepala Bappeda.
Ia mencontohkan, untuk persoalan perumahan rakyat, pemerintah daerah akan mengoordinasikan dengan kementerian terkait agar program bantuan rumah dapat menyentuh masyarakat di Distrik Kirihi.
Musrenbang Digelar di 12 Distrik
Kepala Bappeda juga menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat distrik tidak hanya dilaksanakan di Kirihi, tetapi juga di seluruh wilayah Kabupaten Waropen yang terdiri dari 11 distrik definitif dan satu distrik persiapan, yakni Distrik Walai.


Pada hari yang sama, Musrenbang juga berlangsung di Distrik Walai yang dipimpin oleh Pelaksana Tugas Sekda Kabupaten Waropen bersama unsur pimpinan distrik setempat.
Ia berharap seluruh aspirasi yang dihimpun melalui Musrenbang dapat terakomodir secara bertahap pada tahun 2027.
“Tidak semua bisa dijawab sekaligus, tetapi kami berharap ada prioritas yang bisa direalisasikan sehingga benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Distrik Kirihi,” ujarnya.
Harapan untuk Kemajuan Kirihi
Menutup kegiatan, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat Kirihi, terutama mengingat kondisi geografis distrik yang tergolong sulit dijangkau.
Distrik Kirihi menjadi salah satu wilayah yang aksesnya sangat terbatas karena hanya dapat ditempuh melalui transportasi udara. Oleh sebab itu, penguatan infrastruktur transportasi dinilai sebagai kunci utama membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui Musrenbang ini, diharapkan perencanaan pembangunan tahun 2027 benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat, sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan layanan dasar di Kabupaten Waropen, khususnya di Distrik Kirihi. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *