IMG-20260804-WA0007

Imam Mawardi Ma’shum Kembali Pimpin Tanfidziyyah , KH.Muhammad Ihsan Rais Syuriyyah PWNU Papua Tengah

NABIRE, PAPUA TENGAH –GALA MANDIRI –Konferensi Wilayah (Konferwil) I Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Tengah resmi menetapkan KH. Muhammad Ihsan Abdul Hannan sebagai Rais Syuriyah PWNU Papua Tengah dan Imam Mawardi Ma’shum sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Papua Tengah untuk masa khidmat 2026–2031.

 

Penetapan kedua pimpinan tersebut berlangsung pada Senin (3/8/2026) di Nabire melalui mekanisme yang sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama.
KH. Muhammad Ihsan Abdul Hannan yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Kalisemen, Nabire, terpilih sebagai Rais Syuriyah PWNU Papua Tengah melalui mekanisme musyawarah yang dilakukan oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Sebelumnya, Konferwil menetapkan tujuh anggota AHWA sesuai ketentuan AD/ART NU, yaitu:
KH. Ihsan Abdul Hannan
Adam Waluyo
Darmawan Arif Setyo
Ambar Maulana
Akhir Iribarang
KH. Hasyim Asy’ari
KH. Imam Mukhlasi Al-Bukhori
Melalui musyawarah mufakat, AHWA menetapkan KH. Muhammad Ihsan Abdul Hannan sebagai Rais Syuriyah PWNU Papua Tengah masa khidmat 2026–2031.
Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Nomor: 09/Konferwil I/VIII/2026 tanggal 3 Agustus 2026.
Imam Mawardi Ma’shum Kembali Pimpin PWNU Papua Tengah
Sementara itu, Imam Mawardi Ma’shum kembali dipercaya memimpin PWNU Papua Tengah sebagai Ketua Tanfidziyah untuk periode kedua.
Pemilihannya dilakukan melalui musyawarah mufakat yang diikuti oleh tiga Ketua Tanfidziyah PCNU, yakni:
PCNU Nabire
PCNU Paniai
PCNU Mimika
Keputusan tersebut ditetapkan dalam sidang yang dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Paisal Saimima, S.E., didampingi Sekretaris Sidang Adam Waluyo.


Penetapan Imam Mawardi Ma’shum sebagai Ketua Tanfidziyah dituangkan dalam SK Nomor: 10/Konferwil I/VIII/2026 tanggal 3 Agustus 2026.
Formatur Segera Susun Kepengurusan Definitif
Usai penetapan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah, Konferwil langsung membentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan definitif PWNU Papua Tengah masa khidmat 2026–2031.
Tim formatur dipimpin oleh Rais Syuriyah terpilih, sementara Imam Mawardi Ma’shum bertindak sebagai sekretaris formatur.
Kepengurusan baru diharapkan segera terbentuk agar roda organisasi dapat berjalan efektif dan berbagai program kerja dapat segera direalisasikan.
KH. Muhammad Ihsan Abdul Hannan Ajak Perkuat Kebersamaan


Usai ditetapkan sebagai Rais Syuriyah, KH. Muhammad Ihsan Abdul Hannan mengajak seluruh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama di Papua Tengah untuk memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, dan membangun organisasi secara bersama-sama.
Menurutnya, amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab besar yang hanya dapat dijalankan melalui kebersamaan, musyawarah, dan semangat khidmah kepada Nahdlatul Ulama.
Ia berharap seluruh elemen organisasi, mulai dari PWNU, PCNU hingga badan otonom dan lembaga-lembaga NU, dapat bersinergi dalam membangun organisasi yang lebih kuat serta memberikan manfaat bagi masyarakat Papua Tengah.
Imam Mawardi : Bangun Organisasi yang Solid dan Inklusif


Dalam sambutannya, Imam Mawardi Ma’shum menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin PWNU Papua Tengah.
Ia mengapresiasi seluruh peserta Konferwil yang hadir dari berbagai daerah, termasuk Nabire, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Mimika hingga Jakarta.
“Amanah ini saya anggap sebagai tanggung jawab yang besar. Namun dengan dukungan seluruh pengurus dan warga Nahdlatul Ulama, insya Allah amanah yang berat ini akan menjadi ringan. Karena itu mari kita bekerja bersama-sama untuk membesarkan PWNU Papua Tengah,” ujarnya.
Prioritaskan Penguatan Pesantren dan Kelembagaan NU
Imam Mawardi menegaskan bahwa kepengurusan baru akan mengakomodasi keterwakilan seluruh PCNU di Papua Tengah, termasuk para pengasuh pondok pesantren.
Menurutnya, pesantren merupakan fondasi utama lahirnya Nahdlatul Ulama sehingga harus terus diperkuat.
“NU lahir dari rahim pondok pesantren. Karena itu kita harus kembali memperkuat basis pesantren sebagai fondasi utama organisasi,” tegasnya.
Selain itu, PWNU Papua Tengah akan memprioritaskan penguatan kelembagaan melalui pembentukan berbagai lembaga dan badan otonom, pendirian klinik NU, serta pembangunan NU Center, sebagaimana menjadi rekomendasi Konferwil.


Optimistis Hadapi Tantangan Papua Tengah
Meski dihadapkan pada tantangan geografis dan keterbatasan akses antarwilayah di Papua Tengah, Imam Mawardi optimistis koordinasi organisasi tetap dapat berjalan dengan baik melalui pemanfaatan teknologi informasi, termasuk rapat dan koordinasi secara daring.
Ia berharap seluruh pengurus dapat menjaga semangat persatuan, mempererat silaturahmi, serta terus mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan demi kemajuan Nahdlatul Ulama di Papua Tengah.


“Mudah-mudahan dengan khidmah dan istiqamah kita dalam berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama, Allah SWT memberikan keberkahan, kemuliaan, serta syafaat Rasulullah SAW, para muassis, dan masyayikh Nahdlatul Ulama,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *