IMG-20260320-WA0025

Danrem 173/PVB : “Nyepi dan Idul Fitri Jadi Momentum Perkuat Toleransi, Wujudkan Harmonisasi di Papua Tengah”

 

Nabire, Papua Tengah — GALA MANDIRI-  Komandan Korem (Danrem) 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah sebagai momentum strategis untuk memperkuat toleransi dan harmonisasi dalam keberagaman, khususnya di wilayah Papua Tengah.

 

Hal tersebut disampaikan Brigjen I Ketut Mertha Gunarda saat menghadiri kegiatan open house PT Pusaka Dewa Kresna (PDK) di Nabire, Jumat (20/3/2026).


Dalam keterangannya, Danrem menekankan bahwa beririsan waktunya perayaan Nyepi dan Idul Fitri tahun ini menjadi cerminan nyata tingginya nilai toleransi yang telah hidup di tengah masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut bukan sekadar kebetulan, melainkan momentum untuk memperkuat sikap saling menghormati antarumat beragama.

“Perayaan Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Lebaran menunjukkan bagaimana toleransi itu benar-benar hidup. Di satu sisi ada yang merayakan, di sisi lain masih menjalankan ibadah puasa. Di situlah kita melihat adanya sinergi dan saling pengertian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, praktik toleransi tersebut juga tercermin di lingkungan TNI, khususnya di Korem 173/PVB. Dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan, anggota yang beragama Islam tetap menjalankan ibadah, sementara personel lainnya turut mengambil peran dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas.
“Kami di Korem menyesuaikan kegiatan agar semua anggota bisa menjalankan ibadahnya. Ada yang tarawih, ada yang melaksanakan patroli keamanan. Itu bentuk nyata sinergi dan toleransi yang sudah berjalan sejak lama di tubuh TNI,” jelasnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pola tersebut juga diterapkan dalam perayaan hari besar keagamaan lainnya. Saat umat Kristiani merayakan Natal, misalnya, personel dari agama lain akan turut serta dalam pengamanan, begitu pula sebaliknya.
Menurut Danrem, semangat toleransi harus terus dijaga dan ditingkatkan sebagai fondasi utama dalam membangun persatuan bangsa. Terlebih, Papua Tengah dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman latar belakang suku, agama, dan budaya.
“Papua adalah miniatur keberagaman. Di sini ada Muslim, Kristen, Hindu, hingga komunitas Tionghoa. Saya yakin masyarakat Papua sudah memahami arti toleransi, tinggal bagaimana kita memperkuat implementasinya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa harmonisasi sosial yang terjaga dengan baik akan berdampak langsung terhadap stabilitas daerah, terciptanya keamanan, ketertiban dan kedamaian termasuk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kita berharap toleransi ini tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata. Dengan kondisi yang harmonis, maka pembangunan dan perekonomian juga akan tumbuh dengan baik,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Danrem mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan dan kebersamaan di tengah perbedaan, sebagai bentuk implementasi nilai-nilai yang diajarkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
“Intinya, mari kita rawat keberagaman ini dengan toleransi yang nyata. Dari situlah kekuatan bangsa kita terbentuk,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *