Nabire, Papua Tengah—GALA MANDIRI –Pemerintah Provinsi Papua Tengah memastikan ketersediaan bahan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idul Fitri berada dalam kondisi aman. Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Norbertus Mote, menyampaikan bahwa stok beras yang tersedia di Bulog bahkan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan ke depan.
Hal tersebut disampaikan Mote kepada awak media usai kegiatan di Ballroom Papua Tengah, Nabire, Kamis (12/2/2026). Ia menegaskan, meskipun secara umum stok aman, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan melalui pengawasan langsung di lapangan.
“Dalam satu sampai dua hari ke depan kami akan turun melakukan inspeksi ke gudang distributor dan pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan barang serta stabilitas harga,” ujar Mote.
Berdasarkan pemantauan awal Dinas Perindag, harga kebutuhan pokok di pasar masih relatif stabil. Namun, terdapat kenaikan pada beberapa komoditas tertentu, terutama cabai dan daging sapi. Kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas toleransi selama tidak melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Mote mengingatkan para pedagang agar tidak memanfaatkan momentum hari raya untuk menaikkan harga secara berlebihan. “Kami tidak melarang pedagang mencari keuntungan, tetapi harus wajar dan tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.
Untuk memastikan hal tersebut, Dinas Perindag akan melakukan inspeksi mendadak (sidak), baik secara resmi maupun tidak resmi. Langkah ini ditujukan untuk mencegah praktik penimbunan, spekulasi harga, maupun permainan distribusi yang merugikan konsumen.
Ia juga menyoroti kenaikan harga cabai yang saat ini mencapai Rp90.000 per kilogram, jauh di atas harga normal yang berkisar Rp60.000 hingga Rp70.000. Menurutnya, tingginya harga dipicu oleh ketergantungan pasokan dari luar daerah serta belum optimalnya produksi lokal, terutama setelah Papua Tengah resmi menjadi provinsi dengan tingkat permintaan yang meningkat tajam.
Pemerintah daerah, lanjut Mote, berkomitmen memutus jalur distribusi yang tidak transparan demi menjaga stabilitas harga. Upaya tersebut sejalan dengan arahan Prabowo yang mendorong efisiensi rantai perdagangan agar masyarakat memperoleh harga yang adil.
Di akhir keterangannya, Mote menegaskan bahwa sanksi tegas akan diberikan kepada pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan, mulai dari pencabutan izin usaha hingga penutupan lapak pasar. Ia berharap seluruh distributor dan pedagang dapat bekerja sama menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bapok demi kenyamanan masyarakat Papua Tengah selama Ramadan dan Idul Fitri. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment