Nabire, Papua Tengah—GALA MANDIRI – Inspektorat Inspektorat Provinsi Papua Tengah mempercepat pemeriksaan internal terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Audit yang berlangsung sejak awal Januari 2026 ini difokuskan pada pemeriksaan kas serta inventarisasi persediaan barang sebagai bagian dari penguatan pengawasan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Kepala Inspektur Provinsi Papua Tengah, Apniel Pongtuluran, Kamis (12/2/2026) diruang kerjanya, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Februari, proses pemeriksaan masih berjalan dan belum seluruhnya rampung. Salah satu faktor penghambat utama adalah belum terpenuhinya kelengkapan dokumen administrasi dari sejumlah OPD yang menjadi objek pemeriksaan.
Menurutnya, dokumen pendukung seperti realisasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) memegang peranan penting sebagai dasar validasi sebelum tim inspektorat menyimpulkan hasil audit. Tanpa data yang lengkap dan sah, verifikasi arus kas maupun pencocokan fisik persediaan tidak dapat dilakukan secara optimal.
“Dokumen itu menjadi fondasi penilaian kami. Jika belum lengkap, tentu kami tidak bisa memastikan keakuratan data keuangan maupun persediaan di masing-masing OPD,” ujarnya.
Inspektorat kini berpacu dengan waktu seiring mendekatnya tenggat penyusunan laporan keuangan daerah. Apniel menegaskan perlunya komitmen dan kerja sama seluruh pimpinan OPD agar lebih responsif dalam memenuhi permintaan data.
“Kami harapkan dalam minggu ini seluruh administrasi sudah tuntas. Ini penting supaya penyusunan laporan keuangan bulan ini bisa selesai tepat waktu,” katanya.
Dengan percepatan pemeriksaan dan dukungan penuh dari OPD, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menargetkan laporan keuangan dapat disajikan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan yang berlaku. (RED- GALA MANDIRI)


Leave A Comment