IMG_20260206_110753

Aksi Kekerasan Brutal di Yahukimo, Waket I BMP RI Papua Tengah Kecam Keras


Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI-
‎Aksi kekerasan brutal yang terjadi di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, pada Senin (2/2/2026) mendapat sorotan dari Wakil Ketua I Dewan Pimpinan Daerah Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPD BMP RI) Provinsi Papua Tengah, Samuel Sauwyar, Kamis Malam (5/1/2026) di Nabire Papua Tengah.

Samuel Sauwyar bahkan mengecam keras dan mengutuk tindakan yang dinilai tidak manusiawi dan beradab itu. Samuel menegaskan, tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut merupakan perbuatan tidak beradab dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan, Kamis (5/1/2026) di salah satu warung makan Nabire.

‎“Ini adalah tindakan tidak manusiawi dan sangat merugikan banyak pihak. Saya mengecam keras aksi keji ini, terlebih karena telah menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah,” tegas Samuel Sauwyar saat dimintai keterangan di Nabire, Selasa (4/2/2026).
‎Peristiwa tersebut mengakibatkan Frengki (55), seorang pekerja di Sekolah Yakpesmi Yahukimo, meninggal dunia akibat serangan senjata tajam. Selain itu, pelaku juga melakukan pengrusakan terhadap kendaraan dan fasilitas sekolah.


Kronologis Kejadian
‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi pada Senin, 2 Februari 2026, sekitar pukul 09.30 hingga 10.45 WIT, di Sekolah Yakpesmi Yahukimo, Jalan Seradala, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.
‎Sekitar pukul 09.30 WIT, saksi Dason Wakla, seorang guru di sekolah tersebut, mendengar satu kali bunyi tembakan dari arah belakang sekolah. Tidak lama kemudian, korban Frengki yang sedang bekerja membuat meja dan kursi di area sekolah berlari menuju ruang guru untuk menyelamatkan diri.
‎Korban diketahui dikejar oleh tiga orang pelaku yang kemudian memaksa masuk ke ruang guru. Meski sempat dihalangi oleh saksi, para pelaku tetap masuk dan langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam hingga korban meninggal dunia di tempat.
‎Setelah memastikan korban tewas, para pelaku melarikan diri sambil melakukan pengrusakan terhadap kendaraan roda empat jenis Toyota Calya milik Kepala Sekolah Yakpesmi, Sem Wale, serta memecahkan kaca ruang kelas sekolah dengan lemparan batu.


Penanganan Aparat
‎Sekitar pukul 09.35 WIT, Kepala Sekolah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Yahukimo. Aparat gabungan kepolisian yang dipimpin Iptu Samuel Yunus, Kasat Intelkam Polres Yahukimo, segera bergerak ke lokasi dan tiba sekitar pukul 09.46 WIT untuk melakukan pengamanan.
‎Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dekai sekitar pukul 10.30 WIT untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Yahukimo.
‎Aktivitas Belajar Dihentikan
‎Saat kejadian berlangsung, aktivitas belajar mengajar tengah berlangsung di sekolah tersebut. Para guru langsung mengamankan siswa di ruang kelas. Setelah situasi dinyatakan kondusif dan pelaku meninggalkan lokasi, seluruh siswa dipulangkan demi alasan keamanan.
‎Dari keterangan saksi, ketiga pelaku membawa handphone, kapak, dan senjata tajam saat melakukan aksi kekerasan. Korban Frengki diketahui telah bekerja di Sekolah Yakpesmi Yahukimo sejak Desember 2025 untuk membuat meja dan kursi guna mendukung kegiatan belajar mengajar.
‎Samuel Sauwyar berharap aparat keamanan dapat bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
‎“Kejadian ini tidak boleh dibiarkan. Negara harus hadir menjamin keamanan masyarakat, khususnya tenaga pendidik dan warga sipil di Papua,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *