
Nabire, Papua Tengah–GALA MANDIRI– Komandan Korem 173/Praja Vira Braja (PVB), Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, menegaskan bahwa kehadiran Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) 804/Dharma Bhakti Asasta Yudha di Nabire Ibukota Provinsi Papua Tengah, termasuk di Nabire, merupakan bagian dari program strategis nasional yang digagas langsung oleh Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah-daerah pelosok.

Hal itu disampaikan Danrem saat menerima kunjungan awak media di Makorem 173/PVB, Nabire, Papua Tengah, dalam kegiatan silaturahmi dan diskusi terkait peran dan fungsi Batalyon TP yang kini mulai beroperasi di wilayah tersebut.
Menurut Brigjen TNI Ketut Mertha Gunarda, secara konsep, Batalyon TP direncanakan akan hadir di setiap kabupaten. Satu kabupaten nantinya akan memiliki satu Batalyon TP yang difokuskan untuk membantu mengatasi berbagai kesulitan masyarakat, terutama di sektor-sektor dasar seperti pertanian, peternakan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
“Batalyon TP ini adalah program dari Bapak Presiden. Konsepnya, setiap kabupaten memiliki satu Batalyon TP. Organisasinya terdiri dari kurang lebih 1.039 personel, dengan komposisi di dalamnya ada kompi pertanian, kompi peternakan, kompi konstruksi, dan kompi kesehatan. Jadi murni dibentuk untuk menjawab kesulitan masyarakat di pelosok,” ujar Danrem.
Ia menjelaskan, dengan kekuatan dan struktur tersebut, Batalyon TP diharapkan mampu bergerak cepat hingga ke tingkat distrik untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam berbagai program pembangunan.

Saat ini, beberapa Batalyon TP di Papua Tengah baru terbentuk sekitar satu tahun terakhir. Sebagian sudah memiliki personel lengkap, namun masih terkendala pada pembangunan sarana dan prasarana markas. Meski demikian, Danrem menegaskan bahwa para prajurit sudah diperintahkan untuk tetap bekerja dan melaksanakan kegiatan sesuai bidang masing-masing.
“Walaupun bangunannya belum ada, fasilitas belum lengkap, personel sudah kita perintahkan untuk mulai bekerja. Kita sudah lihat sendiri, ada sawah, peternakan, ayam petelur, perikanan, dan perkebunan. Itu semua adalah contoh atau sampel kegiatan yang sedang kita kembangkan,” jelasnya.
Danrem menekankan, ke depan seluruh kegiatan Batalyon TP akan dilakukan secara kolaboratif bersama pemerintah daerah, dinas-dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan, serta instansi lain termasuk Badan Pertanahan Nasional (BPN) terkait pemanfaatan lahan.
“Semua itu kita koordinasikan. Batalyon TP ini bukan berjalan sendiri, tapi menjadi penggerak dan penguat bagi program-program pemerintah daerah,” katanya.


Untuk tahap awal, fokus utama Batalyon TP adalah membuat percontohan (demonstration plot) di berbagai sektor. Hasil produksi dari percontohan tersebut sebagian dibagikan kepada masyarakat, dan ke depan diharapkan bisa dijual dengan harga murah agar masyarakat terbiasa dan tertarik untuk ikut mengembangkan.
Danrem mengakui, saat ini sebagian masyarakat Papua Tengah masih belum familiar dengan keberadaan dan fungsi Batalyon TP. Bahkan di wilayah pegunungan, masih terdapat penolakan terhadap kehadiran satuan ini.
“Yang baru terbentuk sekarang ada di Nabire dan Mimika. Untuk wilayah pegunungan, memang masih banyak penolakan. Ini yang menjadi tantangan kita. Tapi saya berharap ke depan masyarakat bisa memahami bahwa kehadiran Batalyon TP ini murni untuk membantu,” ujarnya.
“Saya harapkan ini bisa masuk di hati masyarakat. Ini momen yang sangat baik untuk kita berkolaborasi. Mari sama-sama kita manfaatkan kehadiran Batalyon TP ini untuk membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Danrem. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment