Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Anggota DPRP Provinsi Papua Tengah, Urbanus Beanal, menyampaikan permintaan tegas kepada PT Freeport Indonesia bersama aparat keamanan dari Polsek Tembagapura serta Pemerintah Distrik Tembagapura agar segera membuka kembali akses jalan menuju wilayah Banti yang hingga kini masih ditutup.
Menurut Urbanus, akses jalan Banti memiliki peran vital sebagai satu-satunya jalur penghubung utama bagi masyarakat setempat untuk menjangkau Tembagapura. Penutupan jalan tersebut dinilai telah menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan warga, terutama dalam hal mobilitas harian, distribusi kebutuhan pokok, hingga aktivitas ekonomi masyarakat yang sangat bergantung pada kelancaran akses tersebut.
Ia menegaskan bahwa kebijakan penutupan jalan seharusnya tidak dilakukan secara berkepanjangan, terlebih jika kondisi keamanan di lapangan masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Berdasarkan informasi yang diterimanya, penutupan tersebut bukan dipicu oleh gangguan keamanan berskala besar, melainkan hanya insiden yang melibatkan oknum masyarakat yang berada di bawah pengaruh minuman keras.
“Dengan kondisi seperti itu, seharusnya penanganan bisa dilakukan secara situasional dan tidak perlu berujung pada penutupan akses jalan secara total. Masyarakat tidak boleh menjadi korban dari kebijakan yang terlalu berlebihan,” ujar Urbanus.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembukaan kembali akses jalan tidak harus disertai dengan pengamanan berlebihan seperti penggunaan kendaraan lapis baja (armored), selama situasi keamanan masih dapat dikontrol oleh aparat setempat. Ia menilai pendekatan yang lebih humanis dan proporsional perlu dikedepankan agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Urbanus juga mengajak seluruh pihak terkait, baik PT Freeport Indonesia, aparat keamanan, maupun pemerintah distrik, untuk duduk bersama dan mencari solusi terbaik yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Ia berharap adanya koordinasi yang baik dapat menghasilkan keputusan yang bijak, sehingga akses jalan dapat segera dibuka kembali dan aktivitas warga dapat berjalan normal seperti sediakala.
“Pembukaan akses jalan ini bukan hanya soal mobilitas, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat. Ketika akses dibuka, roda ekonomi akan kembali bergerak, distribusi barang menjadi lancar, dan masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya tanpa rasa khawatir,” pungkasnya.
Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan permasalahan ini dapat segera diselesaikan secara komprehensif, sehingga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah Banti dan Tembagapura tetap terjaga. (RED-GALA MANDIRI)
DPRP Papua Tengah Desak PT Freeport Indonesia Segera Buka Akses Jalan Banti
Berita DaerahBerita NabireBerita Papua TengahBerita PendidikanBerita PolitikBerita Sosial dan BudayaHeadlineMimika


Leave A Comment