WhatsApp Image 2026-08-17 at 13.04.13

PEREMPUAN ASLI NABIRE POLWAN PERTAMA PIMPIN UPACARA HUT RI DI WAROPEN

WAROPEN — Deru suara lantang memecah keheningan lapangan upacara di Kabupaten Waropen, Papua, pada Senin Tujuh Belas Agustus 2026. Di balik ketegasan aba-aba yang memandu ratusan barisan TNI-Polri, ASN, hingga pelajar tersebut, ada sosok perempuan hebat yang sedang mengukir sejarah baru tepat di Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dia adalah IPDA Angela Ripka Hawar, S.Sos., M.I.P., CPHR., CBA. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Kabupaten Waropen, seorang Polisi Wanita (Polwan) dipercaya mengemban tanggung jawab sebagai Komandan Upacara 17 Agustus tingkat kabupaten.

Kehadiran IPDA Angela di tengah lapangan bukan sekadar pemandangan biasa, momentum ini menjadi simbol kuat runtuhnya sekat gender, sekaligus pembuktian nyata bahwa perempuan Papua memiliki kapasitas, disiplin, dan keberanian tinggi untuk memimpin di garda terdepan pengabdian bangsa.

IPDA Angela, merupakan putri asli asal Nabire yang saat ini dipercaya oleh institusi Polri, menjabat sebagai Kepala Satuan Intelijen Keamanan (Kasat Intelkam) di Polres Waropen. Langkah IPDA Angela membuktikan bahwa ruang bagi perempuan untuk tampil sebagai pemimpin, kini terbuka sangat lebar, termasuk di lingkungan kepolisian.

Sepanjang upacara berlangsung, IPDA Angela memimpin jalannya prosesi dengan sikap tegap, tegas, dan penuh tanggung jawab. Setiap instruksi yang keluar dari mulutnya diikuti dengan khidmat oleh seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat yang hadir.

Bagi Angela, tugas ini bukan sekadar rutinitas seremonial, ini adalah bentuk penghormatan tertingginya kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Saat berdiri di depan mimbar dan melihat bendera Merah Putih siap dikibarkan, ada rasa haru dan tanggung jawab yang sangat besar di dada saya. Ini bukan tentang saya pribadi, tetapi tentang seluruh perempuan Papua. Kami bisa, kami mampu, dan kami siap mengabdi di barisan paling depan untuk bangsa ini,” ungkap IPDA Angela dengan mata berbinar pasca-upacara.

Di balik seragam dinasnya, IPDA Angela adalah potret perwira modern yang berwawasan luas. Deretan gelar di belakang namanya—S.Sos. (Sarjana Sosial) dan M.I.P. (Magister Ilmu Pemerintahan) menjadi bukti kuat pemahamannya yang mendalam terhadap dinamika sosial masyarakat dan tata kelola birokrasi, modal krusial dalam memimpin satuan Intelkam.

Tidak hanya itu, gelar sertifikasi profesional CPHR (Certified Professional Human Resources) dan CBA (Certified Behavioral Analyst) yang disandangnya menunjukkan keahlian khusus dalam manajemen sumber daya manusia dan analisis perilaku. Bagi seorang Polwan, kompetensi ini sangat vital untuk membaca situasi keamanan, membangun komunikasi persuasif dengan masyarakat, serta mengelola internal organisasi secara profesional dan humanis.

Kiprah sejarah yang ditorehkan oleh IPDA Angela Ripka Hawar di tanah Waropen mengirimkan pesan kuat bagi seluruh masyarakat, khususnya kaum perempuan dan generasi muda Papua. Pesan yang berisi sebuah ajakan bagi para perempuan Papua untuk berani bermimpi besar, berkarya, dan mengambil peran penting dalam pembangunan daerah.

“Saya ingin adik-adik perempuan di Papua, khususnya di Nabire dan Waropen, melihat momentum hari ini dan berkata pada diri mereka sendiri: ‘Kalau Kakak Angela bisa, saya juga pasti bisa!’ Jangan pernah takut bermimpi tinggi karena institusi dan negara ini memberikan ruang yang setara untuk kita semua,” tambahnya optimis.

Catatan sejarah pada HUT ke-81 RI ini menegaskan bahwa esensi kemerdekaan bukan lagi sekadar mengenang masa lalu. Kemerdekaan hari ini adalah tentang bagaimana menghadirkan generasi penerus perempuan yang memiliki integritas, keberanian, dan semangat pengabdian tanpa batas untuk melayani masyarakat.(Red Gala Mandiri)

 

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *