“Danrem 173/PVB Ajak Prajurit TNI Meneladani Akhlak Rasulullah SAW”


NABIRE, PAPUA TENGAH – Korem 173/Praja Vira Braja (PVB) memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan penuh khidmat di Nabire, Papua Tengah, Selasa (1/9/2026).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini tidak hanya diisi dengan kegiatan keagamaan dan refleksi spiritual, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata berbagi kasih kepada sesama. Korem 173/PVB memberikan santunan kepada puluhan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengamalan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh prajurit dan keluarga besar TNI di wilayah Nabire untuk memperkuat nilai keimanan, kepedulian, persaudaraan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Santunan kepada anak-anak yatim diserahkan langsung oleh Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alvianto, S.I.P., didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcabrem 173/PVB, Ibu Diana Laily Agustin Vivin Alvianto.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut diikuti oleh para perwira Korem 173/PVB serta prajurit dari sejumlah satuan TNI Angkatan Darat yang berada di wilayah Nabire, Papua Tengah.
Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim
Suasana kebersamaan dan kepedulian sosial terasa dalam kegiatan tersebut. Puluhan anak yatim menerima santunan sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian dari keluarga besar Korem 173/PVB.

Bagi Korem 173/PVB, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk mengimplementasikan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Nilai kasih sayang, kepedulian terhadap sesama, keikhlasan, kesabaran dan semangat membantu masyarakat menjadi bagian penting yang ingin terus ditanamkan kepada seluruh prajurit TNI.
Melalui kegiatan santunan tersebut, Korem 173/PVB berharap dapat memberikan kebahagiaan dan perhatian kepada anak-anak yatim, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
Rasulullah SAW sebagai Suri Teladan

Usai kegiatan peringatan Maulid Nabi dan penyerahan santunan, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Vivin Alvianto mengatakan bahwa Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting untuk meneladani kehidupan dan akhlak Rasulullah.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW merupakan panutan dan suri teladan yang memiliki berbagai sifat mulia, seperti kesabaran, kejujuran, kebijaksanaan dan kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut, kata Danrem, sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan, termasuk oleh setiap prajurit TNI dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi kita semua untuk meneladani Rasulullah. Beliau merupakan panutan dan suri teladan. Kesabaran, kebijaksanaan dan kasih sayang beliau merupakan nilai-nilai yang harus menjadi pegangan dalam kehidupan kita,” ujar Danrem.
Brigjen TNI Vivin Alvianto menegaskan, keteladanan Rasulullah tidak hanya berkaitan dengan kehidupan spiritual, tetapi juga memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana seseorang menjalankan tanggung jawab sosial dan kepemimpinan.
Tanamkan Cinta Bangsa dan Tanah Air

Danrem 173/PVB menilai, bagi seorang prajurit TNI, meneladani Rasulullah SAW memiliki makna yang sangat penting, terutama dalam membangun karakter pengabdian, kesetiaan dan kecintaan kepada bangsa serta tanah air.
Menurutnya, seorang prajurit harus memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan di sekitarnya. Prajurit TNI tidak boleh hanya menjalankan tugas berdasarkan perintah formal, tetapi juga harus memiliki panggilan jiwa untuk hadir membantu masyarakat ketika dibutuhkan.
Semangat tersebut, lanjut Danrem, merupakan bagian dari bentuk kecintaan terhadap rakyat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia mencontohkan bagaimana prajurit TNI dalam berbagai kondisi kemanusiaan selalu berusaha hadir membantu masyarakat, termasuk ketika terjadi bencana.
“Prajurit harus memiliki panggilan jiwa. Ketika melihat masyarakat membutuhkan bantuan, kita harus memiliki rasa peduli. Itu bagian dari kecintaan kita kepada masyarakat, bangsa dan tanah air,” katanya.
Danrem juga menyinggung aksi prajurit TNI yang sebelumnya terlibat dalam upaya membantu memadamkan kebakaran. Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan sebagai bentuk spontanitas dan panggilan jiwa untuk membantu masyarakat.
Para prajurit, kata Danrem, bergerak bukan semata-mata untuk mendapatkan pujian, melainkan karena memahami bahwa membantu masyarakat merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab TNI.
“Tidak ada yang mengharapkan pujian. Itu adalah kewajiban dan panggilan jiwa. Kita melakukannya dengan ikhlas karena kita sayang kepada masyarakat dan cinta kepada tanah air,” ujarnya.
Keteladanan Rasulullah dalam Kepemimpinan Prajurit

Rasulullah dikenal sebagai pribadi yang tegas dalam memperjuangkan kebenaran, namun tetap memiliki kelembutan, kasih sayang dan kebijaksanaan dalam memperlakukan sesama.
Nilai tersebut, menurut Brigjen TNI Vivin Alvianto, perlu dipahami oleh setiap prajurit TNI dalam menjalankan tugas.
Seorang prajurit harus memiliki ketegasan ketika menghadapi ancaman dan menjalankan tugas negara. Namun di sisi lain, prajurit juga harus memiliki sikap humanis dan kepedulian ketika berhadapan dengan masyarakat.
“Rasulullah memberikan contoh bagaimana menjadi seorang pemimpin. Beliau bisa tegas, tetapi juga penuh kasih sayang. Beliau bisa menjadi sahabat, menjadi teman dan menjadi pelindung bagi masyarakat. Nilai seperti inilah yang harus kita teladani,” ungkapnya.
Menurut Danrem, prajurit TNI harus mampu melihat situasi secara bijaksana dan bertindak secara profesional sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Komitmen Menjaga Keamanan Papua Tengah

Selain menyampaikan pesan mengenai keteladanan Rasulullah, Danrem 173/PVB juga menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Papua Tengah.
Sebagai salah satu pimpinan TNI di wilayah tersebut, Brigjen TNI Vivin Alvianto menegaskan bahwa seluruh prajurit memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, berbagai ancaman dan tantangan yang dihadapi tidak boleh melemahkan semangat pengabdian prajurit dalam menjalankan tugas negara.
“Komitmen kita jelas, NKRI harga mati. Apa pun ancaman dan apa pun risikonya, kita tetap berkomitmen untuk menjaga keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya.
Ia mengatakan, TNI akan terus melaksanakan tugas sesuai dengan amanat negara dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Keamanan dan keselamatan masyarakat, kata Danrem, menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas TNI di Papua Tengah.
Prajurit Diminta Tegak Lurus dan Loyal


Pada kesempatan tersebut, Danrem 173/PVB juga memberikan pesan khusus kepada seluruh prajurit TNI yang bertugas di wilayah Papua Tengah.
Ia meminta seluruh prajurit untuk tetap menjaga loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas serta organisasi.
Danrem menekankan pentingnya sikap tegak lurus dalam menjalankan setiap perintah kedinasan yang diberikan oleh pimpinan, tentunya dengan tetap berpedoman pada aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita harus tetap tegak lurus dan loyal. Jangan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat mengganggu tugas dan pengabdian kita,” tegas Danrem.
Menurutnya, TNI telah memiliki aturan, sistem dan mekanisme yang jelas dalam menjalankan tugas. Oleh karena itu, setiap prajurit harus memegang teguh aturan tersebut dan menjalankan tugas secara profesional.
Ia juga mengingatkan agar para prajurit tidak mudah tergoda oleh berbagai kepentingan maupun iming-iming yang dapat mengganggu loyalitas kepada negara.
“Semua sudah memiliki aturan yang baik. Kita tinggal melaksanakan aturan tersebut dengan penuh tanggung jawab. Jangan mudah tergoda oleh iming-iming atau kepentingan lain. Komitmen kita tetap satu, yaitu menjaga NKRI,” katanya.
Maulid Nabi Perkuat Spiritualitas dan Pengabdian

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Korem 173/PVB diharapkan mampu memberikan semangat baru bagi seluruh prajurit dan keluarga besar TNI.
Melalui peringatan tersebut, seluruh peserta diajak untuk tidak hanya mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengambil pelajaran dari perjalanan hidup dan keteladanan beliau.
Nilai kesabaran, kejujuran, kebijaksanaan, keberanian dan kasih sayang diharapkan dapat menjadi bagian dari karakter setiap prajurit dalam menjalankan tugas.
Bagi TNI, pengabdian kepada negara dan masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kemanusiaan.


Santunan kepada puluhan anak yatim menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian tersebut.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya dalam konteks menjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial untuk saling membantu dan berbagi.
Berbagi dengan Ikhlas untuk Masyarakat
Melalui momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Korem 173/PVB menegaskan pentingnya menjalankan setiap pengabdian dengan keikhlasan.
Danrem berharap semangat berbagi dan membantu sesama dapat terus tumbuh di lingkungan prajurit TNI.
Menurutnya, tugas yang dilakukan dengan tulus dan penuh keikhlasan akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Prajurit TNI diharapkan selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, baik dalam situasi bencana, kegiatan kemanusiaan maupun persoalan sosial lainnya.
Semangat tersebut merupakan bagian dari kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terus menjadi dasar dalam pelaksanaan tugas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Papua Tengah.
Dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan kegiatan santunan anak yatim tersebut, Korem 173/PVB berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat terus hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai kasih sayang kepada sesama, kecintaan kepada bangsa dan tanah air, kesetiaan kepada negara serta keikhlasan dalam menjalankan tugas diharapkan semakin memperkuat semangat pengabdian seluruh prajurit TNI.
Maulid Nabi Muhammad SAW pun menjadi momentum spiritual bagi keluarga besar Korem 173/PVB untuk terus memperkuat iman, menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial serta mengabdikan diri sepenuhnya kepada masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (RED-GALA MANDIRI)


Leave A Comment