IMG-20260810-WA0076

Kick Off Meeting dan FGD I Penyusunan KLHS Revisi RTRW Kabupaten Nabire 2026–2046 Resmi Ditutup

NABIRE, PAPUA TENGAH — GALA MANDIRI – Kegiatan Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD) I Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dalam rangka Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nabire Tahun 2026–2046 resmi ditutup oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Nabire, Anang Subekti.


Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut digelar di Auditorium RRI Nabire, Senin (10/8/2026), dan dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire, tim ahli, akademisi, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Sebelum kegiatan ditutup, seluruh pihak yang terlibat turut melakukan penandatanganan berita acara sebagai bagian dari dokumentasi dan tindak lanjut hasil pelaksanaan Kick Off Meeting dan FGD I.
Dalam sambutannya, Anang Subekti menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan, data, informasi, serta pandangan konstruktif selama kegiatan berlangsung.


‘Kick Off Meeting dan FGD I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Nabire Tahun 2026–2046 telah terlaksana dengan baik. Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Menurutnya, diskusi yang telah dilaksanakan merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses penyusunan KLHS, khususnya dalam memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan dapat terintegrasi ke dalam revisi RTRW Kabupaten Nabire.
Berbagai isu strategis yang telah diidentifikasi dalam FGD, kata Anang, mencakup aspek lingkungan hidup, sosial, ekonomi, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana, hingga perubahan iklim.
“Berbagai isu strategis yang telah diidentifikasi akan menjadi bahan yang sangat berharga dalam penyempurnaan dokumen KLHS dan revisi RTRW Kabupaten Nabire,” katanya.
Ia berharap seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, serta para pemangku kepentingan lainnya dapat terus memberikan dukungan dalam setiap tahapan penyusunan dokumen, terutama melalui penyediaan data yang akurat, masukan konstruktif, serta koordinasi yang baik.
Anang menegaskan, kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar RTRW Kabupaten Nabire Tahun 2026–2046 mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa mendatang, sekaligus tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, hasil Kick Off Meeting dan FGD I selanjutnya akan menjadi dasar bagi tim penyusun untuk melakukan pendalaman analisis, penyempurnaan isu-isu strategis, serta penyusunan rekomendasi yang akan dibahas kembali pada tahapan konsultasi dan FGD berikutnya.
“Oleh karena itu, kami mengharapkan komitmen seluruh pihak untuk terus mengawal proses ini hingga menghasilkan dokumen yang berkualitas, implementatif, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Anang Subekti secara resmi menutup kegiatan Kick Off Meeting dan Focus Group Discussion (FGD) I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Revisi RTRW Kabupaten Nabire Tahun 2026–2046.


Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, proses penyusunan KLHS diharapkan dapat terus berjalan secara kolaboratif dan terarah sebagai bagian penting dalam mewujudkan perencanaan tata ruang Kabupaten Nabire yang berkelanjutan, adaptif terhadap tantangan pembangunan, serta berorientasi pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *