IMG-20260919-WA0084

DPC PEPABRI Kabupaten Nabire Peringati Hari Jadi ke-67


“Ketum PEPABRI Ajak Purnawirawan Jadi Teladan, Pilar NKRI, dan Perekat Kedamaian di Nabire”

NABIRE, PAPUA TENGAH — GALA MANDIRI –Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI-POLRI (PEPABRI) Kabupaten Nabire menggelar acara puncak peringatan Hari Jadi ke-67 PEPABRI Tahun 2026 di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Nabire, Sabtu (19/9/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari, para pimpinan satuan TNI-POLRI di Kabupaten Nabire dan Papua Tengah, Ketua PPAD Kabupaten Nabire yang juga Wakil Ketua PPAD Provinsi Papua Tengah Serka (Purn) Joko Santoso, sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah, serta sejumlah pimpinan perbankan.


Peringatan HUT ke-67 PEPABRI tahun ini menjadi momentum penting bagi jajaran DPC PEPABRI Kabupaten Nabire. Selain sebagai ajang silaturahmi dan ungkapan syukur atas perjalanan organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum refleksi sekaligus pergantian kepengurusan DPC PEPABRI Kabupaten Nabire setelah menjalankan masa bakti selama lima tahun.
PEPABRI Nabire Diminta Menjadi Teladan di Tengah Masyarakat


Ketua DPC PEPABRI Kabupaten Nabire, Kompol (Purn) M. Sirin, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan PEPABRI tidak hanya berkaitan dengan kepentingan internal organisasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai bagian dari masyarakat.
Menurutnya, para anggota PEPABRI di Kabupaten Nabire harus senantiasa mampu menjadi teladan sekaligus pilar moral dalam kehidupan bermasyarakat.
“Anggota PEPABRI Nabire sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Nabire di Tanah Papua Tengah, senantiasa harus menjadi teladan dan pilar moral dalam menjaga keutuhan NKRI, memelihara kedamaian lokal, serta merawat toleransi antarumat beragama dan antarsuku di daerah ini,” ujar M. Sirin.
Ia menilai, pengalaman, kedewasaan, serta nilai-nilai pengabdian yang dimiliki para purnawirawan TNI dan POLRI merupakan modal penting untuk terus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan masyarakat.
Karena itu, PEPABRI diharapkan tetap menjadi bagian dari elemen masyarakat yang ikut menjaga suasana aman, damai, rukun, dan kondusif di Kabupaten Nabire.
Akhir Masa Bakti Menjadi Momentum Refleksi


M. Sirin mengungkapkan bahwa peringatan HUT ke-67 PEPABRI tahun ini memiliki makna khusus bagi dirinya bersama jajaran pengurus DPC PEPABRI Kabupaten Nabire.
Menurutnya, kegiatan syukuran tahun ini terasa berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan yang selama lima tahun telah mendapat amanah memimpin organisasi PEPABRI di Kabupaten Nabire.
“Acara hari ini terasa berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, khususnya bagi saya pribadi dan jajaran pengurus. Momentum syukuran tahun ini bertepatan dengan akhir masa bakti kami sebagai pengurus DPC PEPABRI Kabupaten Nabire,” katanya.
Selama menjalankan amanah organisasi, M. Sirin mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dan belum seluruh harapan anggota maupun warakawuri dapat dipenuhi secara optimal.
Namun, ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan berbagai pihak yang memungkinkan PEPABRI Kabupaten Nabire tetap menjalankan roda organisasi serta menjaga eksistensi dan marwah organisasi.
“Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kekurangan serta belum semua harapan jajaran anggota dan warakawuri dapat kami penuhi secara optimal. Namun, atas kerja sama yang solid, rasa kekeluargaan yang tinggi, serta dukungan penuh dari pembina dan pemerintah daerah, kita telah bersama-sama menjaga eksistensi dan marwah organisasi PEPABRI tetap tegak di Kabupaten Nabire,” tuturnya.
Pengurus Sampaikan Permohonan Maaf
Seiring berakhirnya masa kepengurusan, M. Sirin atas nama pribadi dan seluruh jajaran pengurus DPC PEPABRI Kabupaten Nabire juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota dan pihak-pihak yang selama ini bekerja sama dengan organisasi tersebut.
Permohonan maaf itu disampaikan atas segala kekhilafan, kekurangan maupun hal-hal yang mungkin kurang berkenan selama lima tahun kepemimpinan mereka.
” Dari lubuk hati yang paling dalam, saya atas nama pribadi dan seluruh jajaran pengurus DPC PEPABRI Kabupaten Nabire yang akan mengakhiri masa baktinya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekhilafan, kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan selama masa kepemimpinan kami,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pemerintah Kabupaten Nabire, Kodim 1705/Nabire, Polres Nabire, serta seluruh anggota PEPABRI dan warakawuri yang telah memberikan loyalitas, dedikasi, dan dukungan selama kepengurusan berjalan.
Menurutnya, kerja sama dan hubungan kekeluargaan yang terbangun selama ini merupakan modal penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus memperkuat silaturahmi antaranggota.
Regenerasi Dinilai Sebagai Keniscayaan Organisasi


M. Sirin menegaskan bahwa regenerasi kepengurusan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika organisasi.
Ia berharap kepengurusan baru nantinya dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus membawa PEPABRI Kabupaten Nabire menjadi organisasi yang semakin sehat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan anggotanya.
“Regenerasi kepengurusan adalah suatu ketentuan organisasi dan keniscayaan agar organisasi tetap tumbuh sehat dan adaptif,” katanya.


Ia juga berharap pemerintah daerah terus membangun sinergi dengan PEPABRI dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kepentingan sosial kemasyarakatan.
Dalam kesempatan tersebut, M. Sirin juga menyampaikan aspirasi terkait kebutuhan sekretariat organisasi. Hingga saat ini, DPC PEPABRI Kabupaten Nabire belum memiliki kantor sekretariat sendiri yang dapat digunakan sebagai pusat kegiatan dan pelayanan organisasi.
Aspirasi tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah sehingga keberadaan sekretariat nantinya dapat mendukung pelaksanaan administrasi, kegiatan organisasi, serta pelayanan kepada anggota PEPABRI dan warakawuri.
Amanat Ketua Umum DPP PEPABRI


Dalam kegiatan tersebut, M. Sirin juga menyampaikan amanat tertulis Ketua Umum DPP PEPABRI Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar dalam rangka peringatan HUT ke-67 PEPABRI Tahun 2026.
Dalam amanatnya, Agum Gumelar menyampaikan bahwa usia 67 tahun merupakan perjalanan panjang bagi PEPABRI dalam mempertahankan eksistensi organisasi sekaligus melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Tanpa terasa, organisasi PEPABRI yang kita cintai bersama telah menginjak usia 67 tahun. Rentang waktu yang cukup lama, namun tidak cukup panjang untuk sebuah pengabdian yang berkesinambungan kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” demikian amanat tersebut.
Peringatan HUT ke-67 PEPABRI tahun ini dilaksanakan secara terpusat di Surabaya melalui rangkaian kegiatan ziarah dan syukuran pada 12 September 2026, serta dilaksanakan secara tersebar oleh jajaran PEPABRI di berbagai daerah.
Surabaya Dipilih sebagai Lokasi Peringatan Nasional
Dalam amanatnya, Agum Gumelar menjelaskan bahwa pemilihan Kota Surabaya sebagai lokasi peringatan HUT ke-67 PEPABRI bukan tanpa alasan.
Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan dan memiliki catatan sejarah penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Kota tersebut menjadi saksi perjuangan para pendahulu bangsa, para pejuang, serta arek-arek Surabaya dalam menghadapi upaya penjajahan kembali setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Semangat perjuangan tersebut kemudian memuncak pada peristiwa 10 November 1945 yang menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Karena itu, peringatan HUT PEPABRI di Surabaya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa”
Peringatan HUT ke-67 PEPABRI Tahun 2026 mengusung tema:
“Menguatkan Api Perjuangan dan Persatuan Bangsa.”
Menurut amanat Ketua Umum DPP PEPABRI, tema tersebut mengandung makna bahwa PEPABRI senantiasa berupaya menjaga dan menguatkan semangat perjuangan serta persatuan bangsa sebagai simbol pengabdian yang tidak pernah padam.
Tema tersebut juga menyatukan semangat perjuangan masa lalu dalam mempertahankan kemerdekaan dengan tanggung jawab generasi saat ini untuk terus memelihara persatuan bangsa.
Semangat itu diwujudkan melalui tekad untuk menjaga nilai-nilai patriotisme, kesetiaan kepada Pancasila dan UUD 1945, serta menjaga persatuan bangsa dari berbagai bentuk perpecahan.
Purnawirawan Tetap Mengemban Semangat Pengabdian


Agum Gumelar dalam amanatnya menekankan bahwa perjuangan bangsa Indonesia belum selesai.
Jika pada masa lalu perjuangan dilakukan melalui perjuangan fisik dan bersenjata untuk mempertahankan kemerdekaan, maka pada masa kini pengabdian dapat diwujudkan melalui pikiran, kebijakan, keteladanan, serta berbagai tindakan positif untuk kepentingan nasional.
Menurutnya, semangat perjuangan dan pengabdian tidak boleh berhenti hanya karena seseorang telah memasuki masa purnatugas.
Para purnawirawan TNI dan POLRI bersama keluarga besarnya tetap memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
“Bagi kita, sebagai purnawirawan TNI dan POLRI, walaupun sudah purna tugas, tetapi belum purna pengabdian. Semangat pengabdian tidak boleh padam, api perjuangan harus terus menyala dan dikuatkan dalam menjaga persatuan bangsa,” demikian amanat Agum Gumelar.
PEPABRI Tegaskan Jati Diri sebagai Organisasi Kemasyarakatan


Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa PEPABRI merupakan organisasi kemasyarakatan yang bersifat mandiri dan memiliki ciri serta jati diri.
Jati diri pertama adalah berwatak pejuang. PEPABRI menempatkan anggotanya sebagai bagian dari masyarakat yang tetap memiliki kepedulian terhadap kondisi bangsa dan negara.
Sebagai organisasi yang berwatak pejuang, anggota PEPABRI didorong untuk tidak bersikap apatis terhadap berbagai persoalan sosial kemasyarakatan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.
Sementara jati diri kedua adalah berwawasan negarawan. Artinya, setiap pemikiran, sikap, dan tindakan anggota PEPABRI diarahkan untuk kepentingan bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan pribadi, golongan, maupun kepentingan politik tertentu.
Dalam amanatnya, Agum Gumelar juga menegaskan posisi PEPABRI yang tidak berpolitik praktis dan tidak memihak kepada partai politik tertentu.
“Politik PEPABRI adalah demi bangsa dan negara yang dibangun dalam bingkai NKRI yang berlandaskan Pancasila,” tegasnya dalam amanat tersebut.
Soliditas TNI-POLRI dan Purnawirawan Terus Dijaga


Lebih lanjut, Ketua Umum DPP PEPABRI menekankan pentingnya soliditas TNI dan POLRI beserta keluarga besar purnawirawan dan warakawuri.
Soliditas tersebut, menurut amanat yang dibacakan M. Sirin, tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kesatuan jiwa dan semangat dalam memberikan kontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara.
Para purnawirawan TNI dan POLRI juga dinilai tetap memiliki karakter dan semangat sebagai prajurit serta Bhayangkara, meskipun secara kedinasan telah menyelesaikan masa pengabdiannya.
“Sebagai purnawirawan TNI dan POLRI, kita tetap memiliki watak dan semangat sebagai prajurit TNI maupun Bhayangkara POLRI. Watak, jiwa, dan semangat kita tetap sebagai pengabdi kepada bangsa dan negara yang solid,” demikian amanat tersebut.
Peringatan HUT Menjadi Momentum Memperkuat Persatuan


Peringatan HUT ke-67 PEPABRI di Kabupaten Nabire akhirnya tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi, mengevaluasi perjalanan organisasi, serta meneguhkan kembali komitmen pengabdian para purnawirawan dan warakawuri TNI-POLRI.
Dengan berakhirnya masa bakti kepengurusan DPC PEPABRI Kabupaten Nabire saat ini, regenerasi diharapkan dapat berlangsung dengan baik dan mampu menjaga keberlanjutan organisasi.
Di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Nabire dan Papua Tengah, PEPABRI juga diharapkan terus mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat dalam menjaga kedamaian lokal, memperkuat toleransi antarumat beragama dan antarsuku, serta membangun semangat persatuan.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan utama HUT ke-67 PEPABRI Tahun 2026: menjaga agar api perjuangan dan persatuan bangsa tetap menyala, sekaligus memastikan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak berhenti setelah seseorang memasuki masa purnatugas. (RED-GALA MANDIRI)

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *