IMG-20260209-WA0003

‎Terapi Matahari Jadi Tonggak Layanan Anak Berkebutuhan Khusus di Tanah Papua

Nabire, Papua Tengah– GALA MANDIRI – Kehadiran Terapi Matahari, pusat layanan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, menjadi tonggak penting dalam pemenuhan hak layanan kesehatan dan pendidikan inklusif bagi anak-anak difabel di Tanah Papua.
‎Pusat layanan yang dikelola Yayasan Peduli Difabel Nabire ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas terapi bagi anak berkebutuhan khusus yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah.


‎Ketua Yayasan Peduli Difabel Nabire, Maria Yeti Saputri Kapitarauw, S.Sos., MM, AWP, menyampaikan rasa syukur atas berdirinya fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa pusat layanan ini merupakan satu-satunya di Papua yang secara khusus memberikan terapi terpadu bagi anak difabel.
‎“Selama ini, anak-anak berkebutuhan khusus di Papua harus menjalani terapi ke luar daerah. Dengan hadirnya Terapi Matahari, kini mereka bisa mendapatkan layanan yang layak di tanah sendiri,” ujar Maria saat peresmian gedung pusat layanan, Sabtu (7/2/2026).


‎Maria menjelaskan, Terapi Matahari membuka layanan setiap hari mulai pukul 09.30 hingga 17.00 WIT, dengan memberikan terapi gratis bagi Orang Asli Papua (OAP) yang kurang mampu, serta layanan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
‎Adapun layanan yang tersedia meliputi terapi untuk anak autisme, down syndrome, hiperaktif, terapi wicara, layanan bagi tunarungu dan tunawicara, hingga hipnoterapi dan terapi psikologi bagi individu yang mengalami gangguan mental maupun tekanan psikologis.
‎“Tujuan kami bukan hanya terapi fisik, tetapi juga membantu mereka menyalurkan energi negatif dan stres agar kondisi mental tidak semakin memburuk,” jelasnya.
‎Maria berharap pusat layanan ini mendapat dukungan serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi melalui dinas-dinas terkait agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
‎Saat ini, Sekolah Matahari yang berada di bawah yayasan tersebut menampung 106 anak berkebutuhan khusus, dengan rincian 35 anak berasal dari Kabupaten Intan Jaya dan 71 anak dari wilayah Nabire. Sekitar 90 persen merupakan Orang Asli Papua, yang sebagian besar tidak dapat diterima di sekolah umum.
‎Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Dinas Kesehatan Papua Tengah, Budiono, S.Kep., Ns, memberikan apresiasi atas inisiatif yayasan yang membuka ruang pelayanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
‎“Tidak semua pihak mau dan mampu mengelola layanan seperti ini. Pemerintah tentu memberikan perhatian agar pusat layanan ini dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.


‎Menurut Budiono, keberadaan fasilitas terapi seperti Terapi Matahari sangat penting untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tetap memiliki tempat belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan yang setara dengan anak-anak lainnya.
‎“Dengan pendampingan yang tepat, mereka juga punya harapan dan masa depan yang sama,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)

IMG-20260203-WA0003

Yonif TP 804/DBAY Ikuti Donor Darah di Korem 173/PVB Jelang HUT ke-80 Persit KCK

Nabire, Papua Tengah-GALA MANDIRI – Yonif TP 804/DBAY turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di Gedung Serbaguna Korem 173/PVB dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpusat dan diikuti melalui video conference (vicon) oleh seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih.

Sebanyak 200 kantong darah berhasil terkumpul dari sekitar 300 peserta yang mengikuti kegiatan donor darah tersebut. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari prajurit TNI, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, anggota Polri, pelajar, hingga masyarakat umum di wilayah Kota Nabire. Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan sebagai wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama.

Komandan Yonif TP 804/DBAY Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba S.H., M.H.I., didampingi Ketua Persit KCK Ranting 2 Yonif TP 804 Cabang XXVI Brigif TP 82 PD XVII/Cenderawasih Ny. Fani Okto Hutabri Tanimba, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah berpartisipasi.

Ia berharap, kegiatan donor darah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta menjadi momentum untuk menumbuhkan dan memperkuat semangat kepedulian sosial, khususnya dalam rangka peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

“Aksi sosial ini diharapkan dapat membantu ketersediaan stok darah di PMI Nabire serta memupuk rasa kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan donor darah ini didukung oleh Polkes 17.09.01 Nabire yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Nabire. Sinergi tersebut bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok darah guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Nabire dan sekitarnya. (RED-GALA MANDIRI)