IMG-20260209-WA0022

‎Education Fair SMK Nabire Dorong Vokasi Tampil Inovatif dan Siap Masuk Dunia Kerja

‎Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Edducation Fair SMK Nabire Dorong Vokasi Tampil Inovatif dan Siap Masuk Dunia Kerja
‎NABIRE – Education Fair SMK se-Kabupaten Nabire kembali digelar sebagai wadah strategis untuk memperkenalkan potensi pendidikan vokasi kepada masyarakat luas. Kegiatan yang memasuki tahun kedua ini diikuti oleh 14 SMK dari total 18 SMK yang ada di Nabire, dengan mengusung semangat kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan.
‎Ketua Panitia Education Fair, Dr. apt. H. Nur Alam Abdullah, S.Si., M.Farm. (K), mengatakan kegiatan ini bertujuan menunjukkan kekuatan SMK sebagai pencetak sumber daya manusia siap kerja sekaligus wirausaha muda.
‎“Education Fair menjadi ruang bagi SMK untuk menampilkan kompetensi keahlian, kreativitas siswa, serta hasil inovasi yang selama ini jarang diketahui publik,” ujar Nur Alam usai pembukaan kegiatan, Jumat (6/2/2026).


‎Ia menjelaskan, meski belum seluruh SMK ambil bagian, pihak sekolah yang belum berpartisipasi tetap memberikan dukungan penuh dan diharapkan dapat terlibat secara aktif pada pelaksanaan tahun mendatang.
‎Dalam pameran tersebut, selain menampilkan kompetensi keahlian masing-masing jurusan, para siswa juga memamerkan produk kewirausahaan berupa olahan makanan dan minuman, sebagai bukti nyata kesiapan SMK mencetak lulusan mandiri.
‎Namun demikian, Nur Alam mengungkapkan keprihatinannya terhadap minimnya dukungan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), khususnya dalam penerimaan siswa untuk praktik kerja lapangan (PKL).
‎“Penolakan terhadap siswa PKL sudah kami rasakan sejak lima tahun terakhir. Padahal, regulasi terkait pendidikan vokasi dan kemitraan industri sudah jelas mengatur kewajiban fasilitasi bagi peserta didik SMK,” ungkapnya.
‎Menurutnya, sinergi antara sekolah vokasi dan DUDI menjadi kunci dalam membuka peluang kerja serta meningkatkan kualitas lulusan SMK.
‎“Anak-anak ini membutuhkan ruang praktik. Justru dari proses itulah bakat dan potensi mereka bisa terlihat dan bahkan direkrut menjadi tenaga kerja,” tambahnya.
‎Ia juga menyampaikan aspirasi MKKS agar pemerintah daerah dapat menerbitkan regulasi daerah yang mendorong dunia usaha menerima siswa SMK untuk melaksanakan PKL.
‎MKKS SMK Nabire: Semua Kebutuhan Daerah Ada di Jurusan SMK
‎Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK se-Kabupaten Nabire, Yohanes Singgamui, S.Pd, menegaskan bahwa SMK di Nabire memiliki jurusan yang sangat relevan dengan kebutuhan daerah.


‎“Dari 18 SMK, hampir semua sektor kebutuhan daerah tersedia di jurusan kami. Pertanian, peternakan, perikanan, hingga pengolahan pangan semuanya ada,” katanya.
‎Ia mencontohkan, dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), SMK sebenarnya dapat berperan sebagai pemasok bahan pangan sekaligus pusat pembelajaran produksi.
‎“Kalau SMK dilibatkan, jurusan-jurusan ini bisa berkembang dan menghasilkan nilai ekonomi bagi sekolah maupun daerah,” ujarnya.
‎Yohanes menambahkan, hingga kini kendala utama yang dihadapi SMK adalah keterbatasan akses PKL akibat belum terbangunnya kerja sama yang kuat dengan pemerintah daerah dan DUDI.
‎“Undang-undang sudah ada. Harapannya, dunia industri tidak lagi menutup pintu bagi siswa SMK yang ingin belajar dan mengasah keterampilan di lapangan,” pungkasnya. (RDD-GALA MANDIRI)

IMG-20260209-WA0018

‎Pemkab Nabire Tegaskan Peran SMK sebagai Motor SDM dan Wirausaha Daerah

‎
‎Nabire, Papua Tengah–GALA MANDIRI -;Pemerintah Kabupaten Nabire menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan vokasi sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan penggerak ekonomi daerah. Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, saat membuka kegiatan Education Fair SMK se-Kabupaten Nabire, Jumat (6/2/2026).
‎Menurut Yulianus, Education Fair bukan sekadar ajang pameran hasil karya sekolah, melainkan ruang strategis bagi siswa SMK untuk menampilkan kreativitas, inovasi, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan wirausaha.


‎“SMK memiliki posisi penting dalam menyiapkan tenaga kerja yang terampil, kompeten, dan berdaya saing. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa SMK di Nabire mampu menjawab tantangan pembangunan daerah,” ujarnya di halaman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nabire.
‎Tema “Kreatif dan Inovatif untuk SMK Siap Kerja, Wirausaha Hebat”, lanjut Yulianus, sangat relevan dengan dinamika dunia kerja yang terus berubah. Ia menekankan bahwa lulusan SMK tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga dituntut memiliki karakter kuat, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.


‎“Di era globalisasi, lulusan SMK harus mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari pekerjaan,” katanya.
‎Pemerintah daerah, lanjut Yulianus, terus mendorong pengembangan pendidikan vokasi melalui peningkatan kualitas SMK, penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda.
‎Ia menegaskan bahwa SMK di Nabire diharapkan menjadi penyedia utama tenaga kerja lokal sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.
‎“Tunjukkan bahwa SMK di Nabire mampu, siap, dan layak bersaing,” tegasnya.
‎Plt Sekda Nabire Ancam Cabut Izin DUDI yang Tolak Siswa Prakerin
‎NABIRE – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd., M.Pd, melontarkan pernyataan tegas terhadap dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang menolak menerima siswa SMK untuk melaksanakan Praktik Kerja Industri (Prakerin).


‎Pernyataan tersebut disampaikan Yulianus menanggapi keluhan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK terkait sulitnya penempatan siswa Prakerin di sejumlah perusahaan dan instansi.
‎“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dunia usaha dan dunia industri wajib mendukung proses pendidikan, karena hal ini sudah diatur dalam undang-undang,” tegas Yulianus saat memberikan sambutan pada Education Fair SMK se-Kabupaten Nabire, Jumat (6/2/2026).
‎Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir DUDI maupun instansi yang menolak siswa SMK tanpa alasan yang jelas.
‎“Jika ada industri, usaha, atau instansi mana pun yang menolak siswa SMK untuk praktik kerja, laporkan secara resmi kepada saya. Saya tidak segan-segan mencabut izin usaha mereka,” ujarnya dengan nada tegas.
‎Yulianus juga meminta pihak sekolah dan MKKS untuk bersikap proaktif dengan menyampaikan laporan tertulis apabila menemukan DUDI yang tidak memberikan respons terhadap permohonan penempatan siswa Prakerin.
‎“Buat surat secara resmi. Pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas demi melindungi hak pendidikan siswa SMK,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)

IMG_20260209_094521

Berbagi Berkat Ala Yonif TP/804 DBAY

‎Nabire, Papua Tengah – GALA MANDIRI – Pagi itu, suasana Masjid Al Anshor di Distrik Kimi Samabusa terasa berbeda. Selepas doa-doa Jumat dipanjatkan, senyum para jamaah menyambut langkah para prajurit Yonif TP 804/DBAY yang berdiri rapi di pintu masjid. Di tangan mereka, tersusun nasi kotak, susu, dan biskuit—bukan sekadar bekal makanan, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan.


‎Kegiatan Bhakti Sosial Jumat Berkah yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 itu menjadi salah satu wujud nyata kehadiran Yonif TP 804/DBAY di tengah masyarakat Nabire. Dua hari berselang, kehangatan serupa kembali terpatri di Gereja GIDI Jemaat Eklesia Kali Jernih Samabusa dalam kegiatan Minggu Berkah, Minggu, 8 Februari 2026.
‎Bagi prajurit Yonif TP 804/DBAY, berbagi telah menjadi bagian dari rutinitas pengabdian. Setiap pekan, mereka menyasar rumah-rumah ibadah sebagai ruang perjumpaan yang penuh nilai spiritual dan kemanusiaan. Usai ibadah, momen kebersamaan itu berlanjut dengan saling menyapa, berbagi rezeki, dan mempererat tali persaudaraan tanpa sekat perbedaan.


‎Sebelum kegiatan dimulai, para prajurit menyiapkan seluruh kebutuhan dengan penuh tanggung jawab. Mereka juga turut mengikuti ibadah sesuai keyakinan masing-masing, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang hidup berdampingan di tanah Papua.
‎Saat bantuan dibagikan di pintu masuk tempat ibadah, antrean jamaah terlihat tertib. Senyum merekah, ucapan terima kasih mengalir, dan kehangatan terasa sederhana namun bermakna. Jumat Berkah dan Minggu Berkah bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan rasa aman, dekat, dan saling peduli.


‎Melalui langkah-langkah kecil yang konsisten, Yonif TP 804/DBAY terus meneguhkan perannya sebagai bagian dari masyarakat. Di balik seragam loreng, tersimpan komitmen untuk merawat persaudaraan, menebar kebaikan, dan mengabdi sepenuh hati bagi negeri dan rakyatnya. (RED-GALA MANDIRI)

IMG-20260209-WA0003

‎Terapi Matahari Jadi Tonggak Layanan Anak Berkebutuhan Khusus di Tanah Papua

Nabire, Papua Tengah– GALA MANDIRI – Kehadiran Terapi Matahari, pusat layanan bagi anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, menjadi tonggak penting dalam pemenuhan hak layanan kesehatan dan pendidikan inklusif bagi anak-anak difabel di Tanah Papua.
‎Pusat layanan yang dikelola Yayasan Peduli Difabel Nabire ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan fasilitas terapi bagi anak berkebutuhan khusus yang selama ini harus dirujuk ke luar daerah.


‎Ketua Yayasan Peduli Difabel Nabire, Maria Yeti Saputri Kapitarauw, S.Sos., MM, AWP, menyampaikan rasa syukur atas berdirinya fasilitas tersebut. Ia menegaskan bahwa pusat layanan ini merupakan satu-satunya di Papua yang secara khusus memberikan terapi terpadu bagi anak difabel.
‎“Selama ini, anak-anak berkebutuhan khusus di Papua harus menjalani terapi ke luar daerah. Dengan hadirnya Terapi Matahari, kini mereka bisa mendapatkan layanan yang layak di tanah sendiri,” ujar Maria saat peresmian gedung pusat layanan, Sabtu (7/2/2026).


‎Maria menjelaskan, Terapi Matahari membuka layanan setiap hari mulai pukul 09.30 hingga 17.00 WIT, dengan memberikan terapi gratis bagi Orang Asli Papua (OAP) yang kurang mampu, serta layanan terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
‎Adapun layanan yang tersedia meliputi terapi untuk anak autisme, down syndrome, hiperaktif, terapi wicara, layanan bagi tunarungu dan tunawicara, hingga hipnoterapi dan terapi psikologi bagi individu yang mengalami gangguan mental maupun tekanan psikologis.
‎“Tujuan kami bukan hanya terapi fisik, tetapi juga membantu mereka menyalurkan energi negatif dan stres agar kondisi mental tidak semakin memburuk,” jelasnya.
‎Maria berharap pusat layanan ini mendapat dukungan serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi melalui dinas-dinas terkait agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
‎Saat ini, Sekolah Matahari yang berada di bawah yayasan tersebut menampung 106 anak berkebutuhan khusus, dengan rincian 35 anak berasal dari Kabupaten Intan Jaya dan 71 anak dari wilayah Nabire. Sekitar 90 persen merupakan Orang Asli Papua, yang sebagian besar tidak dapat diterima di sekolah umum.
‎Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Dinas Kesehatan Papua Tengah, Budiono, S.Kep., Ns, memberikan apresiasi atas inisiatif yayasan yang membuka ruang pelayanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
‎“Tidak semua pihak mau dan mampu mengelola layanan seperti ini. Pemerintah tentu memberikan perhatian agar pusat layanan ini dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.


‎Menurut Budiono, keberadaan fasilitas terapi seperti Terapi Matahari sangat penting untuk memastikan anak-anak berkebutuhan khusus tetap memiliki tempat belajar, bertumbuh, dan meraih masa depan yang setara dengan anak-anak lainnya.
‎“Dengan pendampingan yang tepat, mereka juga punya harapan dan masa depan yang sama,” pungkasnya. (RED-GALA MANDIRI)

IMG-20260203-WA0003

Yonif TP 804/DBAY Ikuti Donor Darah di Korem 173/PVB Jelang HUT ke-80 Persit KCK

Nabire, Papua Tengah-GALA MANDIRI – Yonif TP 804/DBAY turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang digelar di Gedung Serbaguna Korem 173/PVB dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpusat dan diikuti melalui video conference (vicon) oleh seluruh jajaran Kodam XVII/Cenderawasih.

Sebanyak 200 kantong darah berhasil terkumpul dari sekitar 300 peserta yang mengikuti kegiatan donor darah tersebut. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari prajurit TNI, anggota Persit Kartika Chandra Kirana, anggota Polri, pelajar, hingga masyarakat umum di wilayah Kota Nabire. Antusiasme peserta tampak sejak awal kegiatan sebagai wujud nyata kepedulian sosial terhadap sesama.

Komandan Yonif TP 804/DBAY Letkol Inf Okto Hutabri Tanimba S.H., M.H.I., didampingi Ketua Persit KCK Ranting 2 Yonif TP 804 Cabang XXVI Brigif TP 82 PD XVII/Cenderawasih Ny. Fani Okto Hutabri Tanimba, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pendonor yang telah berpartisipasi.

Ia berharap, kegiatan donor darah ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan serta menjadi momentum untuk menumbuhkan dan memperkuat semangat kepedulian sosial, khususnya dalam rangka peringatan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.

“Aksi sosial ini diharapkan dapat membantu ketersediaan stok darah di PMI Nabire serta memupuk rasa kepedulian sosial dan solidaritas antar sesama,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan donor darah ini didukung oleh Polkes 17.09.01 Nabire yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Nabire. Sinergi tersebut bertujuan untuk menjaga ketersediaan stok darah guna memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Nabire dan sekitarnya. (RED-GALA MANDIRI)